covid-19

Seribu Meter Persegi Ladang Ganja Ditemukan di Bogor

Badan Nasional dan Narkotika Kabupaten (BNNK) Bogor menemukan ladang ganja seluas seribu meter per segi di Kampung Tapos, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Ladang ganja tersebut milik seorang petani palawija berinisial D (45).

NUSANTARA

Kamis, 24 Jul 2014 17:12 WIB

Seribu Meter Persegi Ladang Ganja Ditemukan di Bogor

Seribu Meter Persegi, Ladang Ganja

KBR, Bogor - Badan Nasional dan Narkotika Kabupaten (BNNK) Bogor menemukan ladang ganja seluas seribu meter per segi di Kampung Tapos, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Ladang ganja tersebut milik seorang petani palawija berinisial D (45).

Pengungkapan ladang ganja ini berawal dari adanya aduan masyarakat yang menemukan adanya kejanggalan pada lahan pertanian milik D. Masyarakat sudah mencium keberadaan pohon ganja di lahan pertanian tersebut.

Kepala BNNK Bogor, Nugraha Setia Budhi mengatakan, pihaknya langsung mengecek ladang tersebut dan ditemukan sebanyak 100 batang pohon ganja.

"Dari magrib kemarin  kita sudah meluncur ke TKP dan baru pukul 10 malam kita menemukan ladang ganjanya. Habis dari TKP kita langsung meluncur ke rumah D saat sahur," kata Nugraha Setia Budhi saat ditemui KBR, Kamis (24/7).

Selain menemukan batang pohon ganja, BNNK Bogor juga menemukan dua kilogram ganja yang siap edar. Selain itu terdapat bibit pohon ganja yang diduga akan ditanam.

Untuk menyamarkan aksinya, kata Nugraha, pelaku menanam ganja di daerah lembah dan ditanam di sela tanaman palawija.

"Pemilik mengaku sudah lima tahun menjalani aksi ini. Cuma kita terus akan melakukan pendalaman. Kita juga akan menyelidiki dari mana asal bibit ganja tersebut," ungkapnya.

Dalam menjalani aksinya, D tak sendiri melainkan ditemani adiknya, DD yang kini melarikan diri. Petugas BNNK Bogor dibantu Polres Bogor masih mendalami kemungkinan keterlibatan mereka dalam jaringan narkoba.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7