covid-19

Puncak Kerap Macet, Ini Rekomendasi Polisi untuk Pemerintah

Kemacetan di jalur Puncak hampir terjadi setiap tahun saat hari raya Lebaran. Bahkan selain hari raya, kemacetan parah kerap terjadi setiap akhir pekan. Beberapa cara rekayasa lalu lintas sering kali dilakukan oleh petugas termasuk sistem buka-tutup yang

NUSANTARA

Kamis, 31 Jul 2014 17:21 WIB

Puncak Kerap Macet, Ini Rekomendasi Polisi untuk Pemerintah

Puncak, Rekomendasi Polisi

KBR, Bogor - Kemacetan di jalur Puncak hampir terjadi setiap tahun saat hari raya Lebaran. Bahkan selain hari raya, kemacetan parah kerap terjadi setiap akhir pekan. Beberapa cara rekayasa lalu lintas sering kali dilakukan oleh petugas termasuk sistem buka-tutup yang sering dilakukan.

Namun cara itu masih belum bisa menormalkan jalur puncak. Beberapa rekomendasi dikeluarkan oleh pihak kepolisian untuk pemerintah agar kemacetan jalur Puncak tidak terulang setiap tahunnya.

"Jadi yang pertama kira rekomendasikan penertiban pasar tumpah. Kedua, mengimbau kepada pihak restoran dan tempat wisata untuk memiliki lahan parkir yang memadai," ujar Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Rycko Amelza Daniel saat ditemui Portalkbr di Pospol Gadog, Kamis (31/7).

Selain rekomendasi itu, kata Rycko, pihaknya juga meminta kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera merealisasikan jalur Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).

"Jika tol itu jadi, itu akan sangat mengurangi kemacetan di jalur Puncak. Kan karena memang wacana itu sudah ada sejak lama," tambahnya.

Selain itu, kata Ryckko, jika memungkinkan, pemerintah bisa membuat sub terminal yang menampung kendaraan warga.

“Jadi yang ingin berwisata ke puncak, bisa menggunakan bus khusus, atau trem jika mungkinkan," pungkasnya.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

UU Cipta Kerja Bermasalah, Formil dan Materiil

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17