Pemprov DKI: Pembetonan Sungai Ciliwung Sesuai Kajian

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim proses normalisasi dan pembetonan Sungai Ciliwung sudah sesuai prosedur. Hal ini menjawab gugatan dari komunitas Ciliwung yang menilai rencana pembetonan sungai akan mengurangi daerah resapan air.

NUSANTARA

Selasa, 22 Jul 2014 07:33 WIB

Author

Indra Nasution

Pemprov DKI: Pembetonan Sungai Ciliwung Sesuai Kajian

ciliwung, dki jakarta

KBR, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim proses normalisasi dan pembetonan Sungai Ciliwung sudah sesuai prosedur. Hal ini menjawab gugatan dari komunitas Ciliwung yang menilai rencana pembetonan sungai akan mengurangi daerah resapan air. 


Juru Bicara Pemprov DKI Jakarta, Eko Haryadi mengatakan, saat ini akan menunggu keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Kata dia pihaknya pun akan mempersiapkan berkas kajian proyek tersebut untuk dijadikan alat bukti.


"Kalau buat saya itu sudah masuk ke proses litigasi, ditunggu aja, kalau sudah diajukan yang dtunggu saja bagaimana nanti pihak pengadilan memproses gugatan tersebut," kata Eko Hariyadi kepada KBR.


Sebelumnya, Komunitas Ciliwung menggugat keputusan Gubernur DKI Jakarta tahun 2014 ke Pengadilan Tata Usaha Negara terkait pembetonan Sungai Ciliwung. 


Maret lalu Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menggarap proyek normalisasi Sungai Ciliwung di antaranya dengan mengeruk dan membangunan turap beton kanan kiri bantaran sungai dari sepanjang 19 kilometer dari Manggarai hingga daerah hulu di atasnya aliran Ciliwung Jl. TB Simatupang. Rencana pembangunan turap beton jelas bertolak belakang dengan judul tujuan usaha penanggulangan banjir, karena beton adalah musuh dari resapan.


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Ilmuan Iran Dibunuh, PBB minta semua pihak menahan diri

Kabar Baru Jam 7

Menagih Penuntasan Kasus Pembunuhan Pendeta Yeremia

Kabar Baru Jam 8

Rumah Sakit Penuh, Pemkab Cilacap Sewa Hotel untuk Karantina Pasien Covid-19