Menyambut Lumba-lumba Albino di Perairan Tarakan

Pertanda datangnya ikan pepija.

NUSANTARA

Senin, 21 Jul 2014 13:22 WIB

Author

Mongabay-Green Radio

Menyambut Lumba-lumba Albino di Perairan Tarakan

lumba-lumba albino, Tarakan, Mongabay

Perairan Tarakan, Kalimantan Utara, tengah menikmati limpahan ikan pepija. Seiring datangnya ikan pepija, maka lumba-lumba albino akan bisa terlihat di perairan setempat. 


Biasanya lumba-lumba yang sering ditemui adalah lumba-lumba hidung botol yang berwarna hitam keabu-abuan, tapi di perairan Tarakan, warna kulit lumba-lumba adalah merah muda. Ini bukan karena terkena zat pewarna, apalagi sengaja dicat, melainkan karena lumba-lumba itu mengalami kelainan genetika. “Kulit tubuh tidak dapat menghasilkan pigmen melamin yang berfungsi sebagai pelindung kulit dari cahaya matahari,” kata Rusli, salah satu nelayan di Tarakan. 


Nelayan setempat tidak berani mengusik dan menangkap lumba-lumba albino ini. “Setiap ada yang tersangkut di jaring, selalu dilepas kembali,” kata Rusli. 


Satu kelompok lumba-lumba terdiri dari tiga sampai tujuh ekor. Dalam satu kelompok ini, bisa jadi ada lumba-lumba yang berwarna hitam keabu-abuan, kadang ada juga lumba-lumba yang ‘seragam’ di satu kelompok. Lumba-lumba muncul sekitar pukul 7-11 pagi. 


Ada total 30-an lumba-lumba di perairan Tarakan ini, dan 17 di antaranya albino. Saat lumba-lumba albino ini muncul, maka nelayan akan mendapatkan ikan pepija dalam jumlah besar, bisa sampai 2 ton. Ikan pepija sendiri adalah andalan Tarakan Utara, dipakai sebagai bahan dasar pembuatan ikan asin kering tipis yang cukup digemari pembeli. 


Potensi wisata


Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tarakan berencana menggalakkan program wisata bahari dengan “menjual” potensi wisata berupa berenang dengan lumba-lumba albino ini. 


“Masih kita pelajari dulu bagaimana satwa ini hidup, apakah akan selamanya di perairan Tarakan, tidak sekadar mampir,” kata Kepala DKP Tarakan, Abidinsyah.  Pemerintah juga berencana membuat wilayah konservasi untuk melindungi populasi lumba-lumba. 


Lumba-lumba albino pernah dilaporkan muncul di perairan Jepang, estuaria Louisiana dan Texas. Menurut peneliti, munculnya lumba-lumba albino ini sangat jarang. 


Tulisan ini hasil kerjasama Green Radio dan Mongabay




Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Make Sex Healthy Again

News Beat

Kabar Baru Jam 7