Mahasiswa UGM Ciptakan Rompi Lindungi Radiasi dan Kanker

KBR, Yogyakarta - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan rompi anti radiasi yang diberi nama RADEN (Rompi Anti Radiasi Pengion).

NUSANTARA

Kamis, 17 Jul 2014 10:46 WIB

Author

Febriana

Mahasiswa UGM Ciptakan Rompi Lindungi Radiasi dan Kanker

UGM, rompi, radiasi


KBR, Yogyakarta - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan rompi anti radiasi yang diberi nama RADEN (Rompi Anti Radiasi Pengion).

Rompi ini berfungsi untuk melindungi radiasi. Mereka prihatin karena rompi atau apron yang biasa dipakai pada unit radiologi sebuah rumah sakit hanyalah apron yang terbuat dari plat timbal berlapis kain. Padahal rompi ini berfungsi untuk keselamatan kerja.
Kelompok mahasiswa UGM yang berasal dari program studi Teknik Nuklir dan Pendidikan Dokter yang tergabung dalam tim penelitian karya mahasiswa ini berhasil membuat inovasi di bidang proteksi radiasi yaitu rompi dari material sintetis dengan filter timbal.

Ide awal pembuatan rompi dari kulit sintesis itu menurut  Ahmad Aji Wijayanto, Faiz Asyifa Mohtar, Sita Gandes Pinasti, Widya Rosita, Firliyanti Rahmantia, dan Anggraeni Ayu bermula dari rasa ketidakpuasan akan apron radiasi yang selama ini dijual di pasaran.

" Ada sejumlah kelemahan dari apron yang bisa didapatkan di pasaran. Wujudnya kaku menjadi kelemahan utama dari apron jenis itu. Selain itu apron sangat berat karena terbuat dari timbal murni yang kaku sehingga memberikan rasa tidak nyaman bagi penggunanya," ujarnya sewaktu memperkenalkan apron anti radiasi di UGM, Rabu (16/7) hari ini.

Bahkan instansi peneliti nuklir sekelas BATAN juga masih menggunakan apron yang dinilai belum memenuhi standard keamanan bagi penggunanya.

Apron inovasi mahasiswa UGM ini terdri dari tiga lapis luar berupa kulit sintetis. Lapisan tengah campuran bahan PVC (Polyvinile Chloride), DOP (Di -2-ethylexy Phthalate) dan serbuk timbal (PbO dan PbCl2) serta lapisan  dalam berupa kain sebagai penguat apron.

Sedangkan berat apron tersebut 3,5 kg atau lebih ringan 1,5 kg dari berat apron yang biasa digunakan.

Widya Rosita salah seorang mahasiswa menambahkan, apron anti radiasi sangat penting bagi kesehatan pemakai sehingga kenyamanan dan perlindungan bagi pemakai sangat diperlukan.

"Terkena radiasi bisa mengakibatkan  resiko kesehatan, misalnya penyakit kanker, mandul dan penyakit berbahaya lainnya sehingga apron yang dipakai harus benar-benar memberikan perlindungan keselamatan kerja."

Widya Rosita, mengharapkan apron yang dijuak bebas dengan harga Rp 1,5 juta ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sistem proteksi dan keselamatan radiasi di Indonesia.


Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Hakim Diminta Dalami Kesaksian Pelajar Korban Penyiksaan Polisi

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14