Diduga Gunakan Fasilitas untuk Jokowi-JK, Bupati Banyuwangi Dipanggil Panwaslu

KBR, Banyuwangi- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, Senin (14/7) hari ini memanggil Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas terkait dugaan penggunaan fasilitas negara untuk kampanye pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-Jusuf

NUSANTARA

Senin, 14 Jul 2014 19:18 WIB

Author

Hermawan

Diduga Gunakan Fasilitas untuk Jokowi-JK, Bupati Banyuwangi Dipanggil Panwaslu

fasilitas, banyuwangi, capres

KBR, Banyuwangi- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, Senin (14/7) hari ini memanggil Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas terkait dugaan penggunaan fasilitas negara untuk kampanye pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-Jusuf Kalla.

Anggota Panwaslu Banyuwangi Totok Hariyanto membenarkan bahwa hari ini memang ada jadwal pemanggilan Bupati Anas sebagai terlapor untuk mengklarifikasi laporan dari tim pemenangan Prabowo-Hatta Kabupaten Banyuwangi. Panwaslu telah menerima 2 laporan yang menyebutkan Bupati Banyuwangi menggunakan fasilitas negara untuk kampanye.

Pertama yaitu penggunaan Pendopo Sabaha Swagata Blambangan pada tanggal 4 Juli 2014 saat mengundang buka bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama. Saat itu, ada pembagian buku yang berjudul 9 alasan memilih Jokowi-JK.

Sedangkan untuk laporan pengaduan penerimaan insentif guru mengaji yang berisi stiker Jokowi JK, Panwaslu menyatakan pasangan Jokowi-JK tidak terbukti melanggar aturan.

“Dilihat dari bukti-buktinya yang masuk kepada kami memang ada kegiatan yang dimaksud itu. oleh karena itu pada kesempatan ini kita mengklarifikasi apakah memang acara buka bersama itu memang kemudian dikaitkan dengan adanya indikasi kampanye, itu yang akan kita tanyakan kepada beliau,”ujar Totok Hariyanto (14/7).

Sementara itu Asisten Pemerintahan Pemkab Banyuwangi Khoirul Ustadi mengatakan, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas tidak mengetahui jika ada panggilan dari Panwaslu Banyuwangi. Sebab, saat ini pihaknya sedang melaksanakan ibadah umroh. Sehingga tidak bisa memenuhi panggilan Panwaslu Banyuwangi. Selain itu panggilan yang dilayangkan Panwaslu dinilai mendadak.

Sebelumnya, Ketua Relawan Prabowo-Hatta Banyuwangi Soeroso  mengatakan, Abdullah Azwar Anas sengaja membiarkan kampanye terselubung Jokowi-JK saat acara buka puasa bersama para ulama di Pendopo Shaba Swagata Blambangan beberapa waktu yang lalu. Jadi pihaknya melaporkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang dinilai telah melakukan kampanye terselubung pada hari tenang.


Editor: Luviana


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Jokowi Perintah Menkes Segera Tetapkan Kriteria Pembatasan Sosial Berskala Besar