Curah Hujan Tinggi, Rumput Laut Berpotensi Rusak

Peningkatan curah hujan di bulan Juli dan Agustus diperkirakan akan memengaruhi kualitas rumput laut. Sebab, saat curah hujan tinggi akan muncul banyak lumut dan tiram.

NUSANTARA

Kamis, 03 Jul 2014 13:38 WIB

Author

Adhima Soekotjo

Curah Hujan Tinggi, Rumput Laut Berpotensi Rusak

Curah Hujan, Rumput Laut

KBR, Nunukan – Peningkatan curah hujan di bulan Juli dan Agustus diperkirakan akan memengaruhi kualitas rumput laut. Sebab, saat curah hujan tinggi akan muncul banyak lumut dan tiram.

Menurut Kepala Kantor Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Dian Kusumanto, kondisi ini merepotkan petani rumput laut.

“Lumut dan tiram ini pengaruhnya nanti sulitnya pascapanen. Curah hujan yang tinggi juga itu biasanya petani itu kewalahan pengeringannya karena butuh waktu yang lama, biasanya mutunya juga rusak.“ ujar Dian Kusumanto kepada Portalkbr  di ruang kerjanya, Kamis (3/7).

Karenanya, Dian meminta petani untuk mewaspadai perubahan cuaca ini.

Produksi rumput laut hingga kini menjadi andalan Kabupaten Nunukan, Menurut Dian Kusumanto, sebanyak sebanyak  1.400 ton per bulan rumput laut dikirim dari Nunukan ke Makasar, Sulawesi Selatan dan Surabaya, Jawa Timur. 

Sementara, perputaran uang dari budi daya rumput laut diperkirakan mencapai Rp17 miliar rupiah per bulan. Saat ini lebih dari 2.000 warga Nunukan menggantungkan hidup dari menanam rumput laut.

Editor: Anto Sidharta

Baca lagi:


Lebih Pentingkan Rumput Laut, Penumpang Kapal Protes

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kiat Menjalani Isolasi Mandiri bagi Remaja Terinfeksi COVID-19

Bantu Sesama di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 8

Demi Oksigen Somasi Dilayangkan