Blusukan ke Hutan Demi Orangutan

Menebar virus cinta lingkungan untuk konservasi alam.

NUSANTARA

Rabu, 23 Jul 2014 16:36 WIB

Author

Mongabay-Green Radio

Blusukan ke Hutan Demi Orangutan

Konservasi, Yayasan Palung, orangutan, Mongabay

Selamat datang di hutan di Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Di tengah hutan ini, hanya suara gemericik air yang memecah kesunyian. Desir angin menerpa pepohonan. 


Tiba-tiba ada suara bariton menggema. “Adik-adik, tahukah bonekah apa yang ada di tangan saya?” tanya laki-laki itu kepada anak-anak di hadapannya. Serentak mereka menjawab,”Orangutan…!”


Inilah “sekolah”yang digagas oleh Bentangor Pampang Environmental Education Center milik Yayasan Palung. Ini bukan sekolah formal, relawan pun mengajar dengan santai. Kadang sambil bernyanyi, bertutur atau bermain – sebuah metode pembelajaran yang dirasa lebih efektif. Relawan berbagi cerita soal orangutan dengan membawa boneka, sembari ceramah, atau belajar langsung di alam bebas. 


Sekolah ala mini dimulai sejak 2010, ketika relawan mulai menyebar ‘virus’ cinta lingkungan. Para relawan dengan sukarela membagi waktu dan tenaga mereka untuk mencoba menyelamatkan alam di sekitar Taman Nasional Gunung Palung. Aktivitas ini tak hanya dilakukan di dalam hutan, tapi juga sampai ke sekolah-sekolah. 


Saat ini ada 50-100 relawan yang mengajar di sekolah alam ini. Mereka berasal dari Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) di Ketapang dan Relawan Bentangor Konservasi (RebonK) di Kayong Utara. Para relawan adalah anak sekolah dan mahasiswa. 


Salah satu pembina relawan dari Yayasan Palung, Ranti Naruri, relawan bertindak sebagai motivator lingkungan bagi anak-anak dan pemuda di Kayong Utara. “Mereka secara sukarela bergerak dan melakukan aksi nyata terhadap hutan demi generasi mendatang.”


Menurut Ranti, aktivitas ini juga memiliki nilai kesalehan sosial. “Kita mungkin belum bisa berbuat banyak. Tapi dengan bekal ilmu yang ada, kita bisa menyampaikan informasi soal konservasi orangutan dan hutan.” 


Tulisan ini hasil kerjasama Mongabay dan Green Radio. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror