Aparat Lempar Gas Air Mata di Lokalisasi Dolly

KBR, Surabaya - Bentrokan antara aparat kepolisian dan Front Pekerja Lokalisasi terjadi di lokalisasi pelacuran Dolly dan Jarak di Surabaya, Jawa Timur.

NUSANTARA

Minggu, 27 Jul 2014 17:49 WIB

Author

Petrus Riski

Aparat Lempar Gas Air Mata di Lokalisasi Dolly

dolly, lokalisasi, bentrok, pemkot

KBR, Surabaya - Bentrokan antara aparat kepolisian dan Front Pekerja Lokalisasi terjadi di lokalisasi pelacuran Dolly dan Jarak di Surabaya, Jawa Timur. Massa melempari aparat dengan batu, yang kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata.

Bentrokan terjadi saat pemerintah kota Surabaya memasang plakat Kampung Bebas Lokalisasi Prostitusi wilayah tersebut. Juru Bicara pemerintah kota Surabaya Mohammad Fikser mengatakan, pemasangan plakat itu dilakukan karena bagian dari agenda pemerintah daerah. Tujuannya untuk merealisasikan penutupan aktivitas pelacuran di wilayah Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan.

Saling lempar batu dan gas air mata juga mewarnai aksi penolakan penutupan lokalisasi prostitusi terbesar se-Asia tenggara itu, setelah sebelumnya warga memblokade akses jalan Putat Jaya sambil membakar ban bekas.

“Sesuai agenda memang hari ini pemasangan plakat kawasan bebas prostitusi ya, kalau pun memang ada situasi seperti begini (bentrok-red) kan tetap bagian dari proses untuk pemasangan," kata Mohammad Fikser

Dia mengklaim sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama untuk proses pelaksanaan pemasangan plakat kawasan bebas prostitusi. Akan tetapi Fikser tak menjelaskan lebih lanjut tentang pihak yang diajak bersepakat.

Selain itu, Pemkot Surabaya akan terus melakukan pemasangan plakat, meski mendapat penolakan. Sebab, plakat yang dipasang di atas tanah milik pemerintah. "Dan kawasan bebas prostitusi ini kan bagian dari deklarasi yang telah disampaikan beberapa waktu yang lalu (8 Juni) di Islamic Center, jadi ini tindak lanjutnya dari yang telah dilakukan itu sebelumnya,” ungkap Mohammad Fikser

Mohammad Fikser menambahkan, pemasangan plakat merupakan tindak lanjut dari deklarasi alih fungsi dan alih profesi yang telah dilaksanakan pada 8 Juni lalu.
Langkah ini tetap dilakukan meski tidak semua warga atau pekerja lokalisasi menerima penutupan. Pemasangan plakat merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota, untuk menjadikan Surabaya bebas lokalisasi prostitusi.

Editor: M Irham

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10