Alih Fungsi Wisma di Dolly dan Jarak Berlaku PascaLebaran

KBR, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur akan menggelar operasi yustisi dan penutupan wisma di lokalisasi Dolly dan Jarak pascahari raya Idul Fitri.

NUSANTARA

Minggu, 27 Jul 2014 19:52 WIB

Author

Petrus Riski

Alih Fungsi Wisma di Dolly dan Jarak Berlaku PascaLebaran

dolly, lokalisasi, wisma, perda

KBR, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur akan menggelar operasi yustisi dan penutupan wisma di lokalisasi Dolly dan Jarak pascahari raya Idul Fitri. Itu merupakan batas waktu akhir pemberian toleransi aktivitas prostitusi di Gang Dolly dan Jarak.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Surabaya, Irvan Widianto mengatakan, penertiban dan penegakan Peraturan Daerah di dua bekas lokalisasi itu akan tetap dilakukan, meski mendapat penolakan dan perlawanan dari warga dan pekerja lokalisasi.

“Perlawanan ini hanya dilakukan oleh sekelompok orang, tidak semua," kata Irvan Widianto.

Satpol PP pun kata dia tak segan untuk menegakkan Peraturan Daerah tentang pembubaran kawasan prostusi Dolly dan Jarak pascadeklarasi 8 Juni lalu. Berdasarkan Perda, wisma-wisma yang berada di Dolly harus segera beralih fungsi.

"Jadi nanti kalau setelah hari raya kita akan melakukan operasi yustisi, dan termasuk untuk penerapan penegakan Perda maupun penegakan hukum dari teman-teman Polri,” lanjut Irvan Widianto.

Selain memasang plakat kawasan bebas Prostitusi di dua akses masuk yaitu di jalan Girilaya dan Dukuh Kupang, Pemerintah Kota dibantu Kepolisian juga menurunkan spanduk-spanduk penolakan penutupan lokalisasi, yang sebelumnya banyak dipasang di jalan-jalan menuju Dolly dan Jarak. Irvan Widianto mengatakan hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah, dalam melaksanakan Peraturan Daerah mengenai kawasan bebas prostitusi. 


Selain itu Kepolisian juga diminta bersikap tegas terhadap pelanggar peraturan, khususnya praktek perdagangan manusia dan anak yang banyak didapati di lokalisasi prostitusi.

Editor: M Irham

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Melimpah Limbah Medis

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11