Watimpres: Usir Pengungsi Syiah, Pemkab Sampang Tidak Manusiawi

KBR68H, Jakarta - Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) meminta Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur mengembalikan para pengungsi Syiah dari Sidoarjo ke kampung halaman mereka di Sampang.

NUSANTARA

Senin, 01 Jul 2013 14:14 WIB

Author

Khusnul Khotimah

Watimpres: Usir Pengungsi Syiah, Pemkab Sampang Tidak Manusiawi

pengungsi syiah, sampang, watimpres, albert hasibuan

KBR68H, Jakarta - Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) meminta Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur  mengembalikan para pengungsi Syiah dari Sidoarjo ke kampung halaman mereka di Sampang. Anggota Watimpres, Albert Hasibuan mengatakan, sikap Pemerintah Kabupaten Sampang yang memaksa warga Syiah mengungsi ke Sidoarjo merupakan tindakan tidak tepat dan tidak manusiawi. Albert mengatakan pemindahan itu tidak menyelesaikan masalah. Relokasi juga tidak sesuai dengan apa yang dimaksud Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal kerukunan dan toleransi.

“Warga Syiah yang mengungsi ini hidup serba sulit, tidur di lantai, anak-anaknya tidak bisa sekolah. Saya mengharapkan sebetulnya saat itu pemerintah Sampang mengadakan usaha-usaha untuk mendamaikan,” ujar Anggota Watimpres, Albert Hasibuan di Jakarta, Senin (1/7).

Hari ini, anggota Watimpres Akbert Hasibuan menemui sepuluh perwakilan warga Syiah Sampang. Perwakilan Syiah itu merupakan warga yang beberapa pekan lalu datang bersepeda dari Sampang menuju Jakarta.

Perwakilan warga Syiah meminta agar presiden bisa turun langsung menyelesaikan diskriminasi yang mereka alami di Sampang sejak Agustus tahun lalu.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror