TNI Perlu Bantu LP Tanjung Gusta

KBR68H,Jakarta - Anggota Komisi Hukum DPR, Martin Hutabarat mengusulkan agar anggota TNI diperbantukan untuk menjaga keamanan lembaga pemasyarakatan.

NUSANTARA

Minggu, 14 Jul 2013 15:33 WIB

Author

Khusnul Khotimah

TNI Perlu Bantu LP Tanjung Gusta

lapas tanjung gusta, anggaran lapas.

KBR68H,Jakarta - Anggota Komisi Hukum DPR, Martin Hutabarat mengusulkan agar anggota TNI diperbantukan untuk menjaga keamanan lembaga pemasyarakatan.

Dia beralasan, jumlah penjaga di Lapas tak sebanding dengan jumlah narapidana, sehingga lapas begitu rawan kejahatan. Dia menilai, tidak semua anggota TNI memiliki kesibukan yang intens, sehingga bisa diperbantukan di lapas secara bergantian.

"Seperti kemarin itu ada kekurangan juga tenaga pengaman di sana, seluruh petugas yang berjaga itu hanya 18 orang. Padahal di situ ada 2600 tahanan. Jadi ini satu pertimbangan saya kira. Dalam arti kata menambah tenaga, militer ini kan sudah kerja di negara. Ini kan supaya menambah petugas lapas itu kan biaya lagi," ujar Martin Hutabarat kepada KBR68H, Minggu (14/7).

Kemarin, Anggota Komisi Hukum DPR Martin Hutabarat mendatangi Lapas Tanjung Gusta, Medan. Para narapidana berharap agar air dan listrik jangan sampai mati karena menyusahkan kebutuhan kebersihan mereka. Kamis lalu, kerusuhan terjadi di Lapas Tanjung Gusta dan menewaskan lima orang. Para narapidana merusak ruang pegawai dan sipir, serta membakar ruang administrasi, tata usaha penjara. Kerusuhan berawal dari protes narapidana soal matinya aliran listrik dan air menjelang buka puasa.


Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10