Polda DIY: Belum Ada Tersangka Kasus Kematian Aninda

KBR68H, Jakarta

NUSANTARA

Selasa, 23 Jul 2013 11:47 WIB

Author

Doddy Rosadi

Polda DIY: Belum Ada Tersangka Kasus Kematian Aninda

polda, aninda, siswi bantul, MOS

KBR68H, Jakarta – Kepolisian Bantul belum menetapkan tersangka dalam kasus tewasnya  Aninda Puspita, seorang siswi SMKN 1 Pandak Bantul, Yogyakarta saat mengikuti masa orientasi siswa (MOS). Juru bicara Kepolisian Yogyakarta, Any Pudjiastuti mengatakan, Kapolres Bantul masih memerika sejumlah saksi terkait kasus itu. Kasus ini juga masih dalam penyelidikan sehingga belum ada penetapan tersangka.

“Berdasarkan informasi dari Pak Kapolres, masih dalam tahap pemeriksaan saksi. Yang diperiksa itu teman korban, panitia MOS dan juga Dewan Guru. Selain itu polisi juga masih menunggu hasil visum,”kata Any ketika dihubungi KBR68H.

Anindya Ayu Puspitasari siswi baru SMK 1 Pandak Bantul dilaporkan jatuh pingsan usai menjalani hukuman squat jump saat mengikuti kegiatan MOS pada Jumat (19/7) dan meninggal dunia ketika dibawa ke rumah sakit.

Panitia MOS SMK 1 Pandak, Bantul, Deni Dion, sebelumnya mengatakan Anindya jatuh pingsan di sela kegiatan baris-berbaris dalam penutupan MOS pada Jumat (19/7). Saat itu Anindya mendapatkan hukuman karena tidak mengenakan kaos olahraga.

Sementara itu, guru olahraga SMK 1 Pandak, Eddy Sutoro, membenarkan sekolahnya telah menggelar kegiatan baris-berbaris dalam penutupan MOS, Jumat (19/6) yang mengakibatkan seorang siswa baru tiba-tiba jatuh pingsan di sela kegiatan.

Mendengar kabar tersebut, kata dia, kemudian pihaknya membawa Anindya ke Puskesmas 1 Pandak Bantul, namun dokter di Puskesmas tersebut minta agar pasien dirujuk ke rumah sakit (RS) PKU Muhammadiyah Bantul.

Akan tetapi, sesampainya di RS PKU Muhammadiyah Bantul sekitar pukul 16.10 WIB, tim medis sudah tidak menemukan adanya detak jantung serta nafas dari Anindya sehingga dinyatakan meninggal dunia.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri

Alokasi Bijak THR Masa Pandemi

Atasi Duka Sepeninggal Orang Tersayang

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam