Pengungsi Syiah di Sidoarjo Mulai Mengurus Sekolah Anak-anaknya

KBR68H, Jakarta

NUSANTARA

Jumat, 05 Jul 2013 14:19 WIB

Author

Irvan Imamsyah

Pengungsi Syiah di Sidoarjo Mulai Mengurus Sekolah Anak-anaknya

pengungsi syiah, mengurus sekolah, sidoarjo

KBR68H, Jakarta– Puluhan anak-anak pengungsi Syiah Sampang akan mulai bersekolah di sekitar Rusun Argopuro Sidoarjo Jawa Timur pada awal tahun ajaran baru, pertengahan Juli nanti. Saat ini para pengungsi bolak-balik ke Sampang untuk mengurus surat pindah sekolah sementara bagi anak-anak mereka. Surat pindah sekolah wajib dimiliki untuk bisa melanjutkan sekolah di Sidoarjo.

Koordinator Pengungsi Syiah Mohammad Zaini mengatakan anak-anak pengungsi hanya akan bersekolah sementara di Sidoarjo. Ini karena para pengungsi masih ingin kembali tinggal di kampung halamannya Dusun Nangkernang – Karanggayam Sampang Madura.

“Keputusan sudah sepakat. Diknas kemarin dan teman-teman sudah diajak ngobrol. Mereka siap menyekolahkan anak mereka yang tinggal di Rusunawa Sidoarjo. Bagaimana pemerintah daerah jamin keamanan mereka? Kalau soal itu pemerintah daerah menjamin baik SPP dan sebagainya dan dari sisi keamanan mereka sudah siap melindungi anak-anak mereka," jelas Mohhamad Zaini Koordinator Pengungsi Syiah Sampang di Rusunawa Argopuro Sidoarjo Jawa Timur kepada KBR68H melalui sambungan telepon.

Koordinator Pengungsi Syiah Mohammad Zaini menambahkan para siswa pengungsi sudah di data sejak kemarin. Sebanyak 21 anak lanjut ke Sekolah Dasar, 2 anak ditingkat SLTP dan 20-an anak masuk TK dan PAUD.

Menurut Mohammad Zaini, nasib mereka di Rusun Argopuro Sidoarjo Jawa Timur masih belum jelas. Hingga kini belum ada keputusan dari Pemkab Sampang dan Pemprov Jawa Timur untuk memulangkan mereka ke Dusun Nangkernang – Karanggayam Sampang.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror