Pemprov DKI Diminta Perbaiki Sarana Transportasi Kaum Difabel

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta Komunitas pemerhati disabilitas Jakarta Barrier Free Tourism (JBTF) untuk memperbaiki fasilitas bagi penyandang disabilitas agar lebih aman dan ramah.

NUSANTARA

Selasa, 09 Jul 2013 15:26 WIB

Author

Green Radio

Pemprov DKI Diminta Perbaiki Sarana Transportasi Kaum Difabel

Pemprov DKI, Sarana Transportasi, kaum Difabel

KBR68H, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta Komunitas pemerhati disabilitas Jakarta Barrier Free Tourism (JBTF) untuk memperbaiki fasilitas bagi penyandang disabilitas agar lebih aman dan ramah.

“Waktu Gubernur Jokowi blusukan bersama kami, Jokowi hampir jatuh gara-gara pintu buka tutup busway tidak ada pemberitahuan. Apalagi untuk kaum disabilitas khususnya bagi tuna netra dan tuna rungu. Jadi kami ingin lebih memberi masukan kepada Pak Jokowi melihat keadaan atau fasilitas transportasi bagi disabilitas. Dan responsnya beliau sangat positif namun yang kami sayangkan jajaran di bawahnya ternyata responsnya masih sangat minim. Karena dinas-dinas lainnya tidak datang hanya Dinas Perhubungan tapi habis itu pergi tidak sampai selesai dengan kami,” kata Faisal Rusdi, pendiri Jakarta Barrier Free Tourism.

Pekan lalu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ikut bersama puluhan penyandang disabilitas merasakan betapa sulitnya para penyandang disabilitas ketika berada di jalan raya ataupun ketika ingin naik kendaraan umum. Jokowi menyempatkan diri untuk mengantar rombongan dari halte Balai Kota naik Transjakarta menuju Halte Senen.

Faisal berharap Pemprov DKI maupun penyelenggara transportasi publik dapat memperhatikan kebutuhan fasilitas bagi para penyandang difabel. Karena halte atau stasiun dan juga terminal mulai dari akses jalan masuk, loket tiket, akses naik-turun ke kendaraan (bus/kereta) masih belum memadai untuk kenyamanan bagi para penyandang difabel.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme