Bagikan:

Pemkot Surakarta Antisipasi Masuknya Daging Berkwalitas Buruk

KBR68H, Surakarta-Pemerintah kota Surakarta memperketat pengawasan peredaran daging selama bulan Puasa hingga Lebaran.

NUSANTARA

Sabtu, 13 Jul 2013 12:04 WIB

Pemkot Surakarta Antisipasi Masuknya Daging Berkwalitas Buruk

daging, berkwalitas buruj, pemkot surakarta, portalkbr.com


KBR68H, Surakarta-Pemerintah kota Surakarta memperketat pengawasan peredaran daging selama bulan Puasa hingga Lebaran. Kepala Dinas Pertanian pemkot Surakarta, Weni Ekayanti mengatakan peradaran daging tak layak konsumsi akan meningkat. Menurut Weni, daging tak layak konsumsi tersebut antara lain daging busuk, bangkai, glonggongan, dan sebagainya.(Baca: Selama Bulan Puasa, Pemkot Surakarta Tambah Stok Daging)

“pengawasan peredaran daging tetap kita lakukan..kalau biasanya dua bulan sekali..tapi selama Ramadhan dan Lebaran kita intensifkan lagi ya menjadi seriap minggu..sama seperti saat Natal, Tahun Baru, dan sebagainya..ya pengawasan kita juga perketat di Rumah pemotongan hewan atau RPH pemkot, pemotongan di luar RPH, atau pasokan daging dari luar kota Surakarta..dagingnya supaya tetap ASUH, Aman Sehat dan Halal, jangan sampai daging itu semi basah atau glonggongan, bangkai, busuk, dan tak layak konsumsi.Selama ini dengan merutinkan pengawasan dalam peredaran, semakin berkurang penjualan daging tak layak konsumsi yang kita temukan..ya semoga bulan Puasa dan Lebaran ini tak ada lagi daging tak layak konsumsi yang dijual di pasaran..”

Kepala Dinas Pertanian pemkot Surakarta Weni ekayanti mengungkapkan, tim pengawasan menambah intensitas patroli ke berbagai pasar tradisional dan pemotongan hewan. Daging dalam pengawasan tersebut meliputi daging sapi dan daging ayam.

Tingkat konsumsi daging di kota Surakarta mencapai 3 ton, selama bulan Puasa diperkirakan meningkat hingga 50 persen atau sekitar 4-5 ton per hari.(Baca: Harga Daging Sapi akan Terus Naik Hingga Lebaran)

Editor: Nanda Hidayat

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ragam Syarat Beli Minyak Goreng Curah, Efektifkah?