Pemkab Sampang Pertimbangkan Kembalikan Pengungsi Syiah

KBR68H, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur akan mempertimbangkan permintaan Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) untuk memulangkan para pengungsi Syiah dari Sidoarjo ke kampung halaman.

NUSANTARA

Senin, 01 Jul 2013 15:03 WIB

Author

Sindu Dharmawan

Pemkab Sampang Pertimbangkan Kembalikan Pengungsi Syiah

pemkab sampang, pengungsi syiah, dikembalikan, sidoarjo

KBR68H, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur akan mempertimbangkan permintaan Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) untuk memulangkan para pengungsi Syiah dari Sidoarjo ke kampung halaman.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang Putut Budi Santoso mengatakan permintaan Dewan Pertimbangan Presiden itu akan dibahas oleh pemerintah daerah bersama warga Desa Karanggayam, yang merupakan kampung halaman para pengungsi.

“Ya, nanti besok bisa saya hari ini kan ada pelantikan kepala desa, saya. Tak komunikasikan dulu. Tapi, pertemuan terakhir waktu saya menerima tamu dari Kementerian Koordinator Polhukam, Pak Darmis yang hadir, itu semua ulama sudah tidak bersedia, kalau dia tidak kembali ke ajaran yang benar. Iya, saya dari awal mau tetap memfasilitasi, tetapi itu kan tidak ada target waktu kan komunikasi, “ jelas Putut kepada KBR68H, Senin (1/7).

Hari ini Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Albert Hasibuan meminta Pemerintah Kabupaten Sampang memulangkan ratusan pengungsi Syiah dari Rusun Komplek Puspa Agro Sidoarjo ke kampung halaman mereka di Sampang. 


Para pengungsi itu dipindahkan paksa dari GOR Sampang ke Sidoarjo, hingga waktu yang tidak ditentukan. Anggota Watimpres, Albert Hasibuan mengatakan, pemindahan paksa itu tidak manusiawi, dan tidak menyelesaikan masalah. Warga Syiah tersebut terusir dari kampung halamannya setelah menjadi korban penyerangan dari kelompok Ahli Syiah tahun lalu.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun