Organda Minta Pemprov DKI Berikan Kompensasi Kenaikan BBM

Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi DKI Jakarta tengah mendorong diterbitkannya peraturan daerah tentang kompensasi kenaikan BBM bagi pelaku usaha transportasi.

NUSANTARA

Jumat, 12 Jul 2013 11:27 WIB

Author

Nur Azizah

Organda Minta Pemprov DKI Berikan Kompensasi Kenaikan BBM

organda, joko widodo, tarif angkutan umum

KBR68H, Jakarta - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi DKI Jakarta tengah mendorong diterbitkannya peraturan daerah  tentang kompensasi kenaikan BBM bagi pelaku usaha transportasi.

Ketua Organda DKI Soedirman mengatakan, langkah ini dilakukan untuk mengurangi beban pengeluaran pengusaha  pasca penaikan harga BBM bersubsidi. Kompensasi itu di antaranya berupa pembebasan retribusi terminal.

"Ya itu dengan dibarengi kompensasi bahwa retribusi retribusi daerah itu dibebaskan. Seperti retribusi terminal, pungutan terminal dibebaskan. Kemudian uji kendaraan itu clear dibebaskan. Kemudian izin izin trayek dibebaskan. Itu harus diperdakan. Kita sudah usulkan kepada DPRD, dan DPRD akan menuntaskan ke dalam satu Perda," terang Soedirman yang dihubungi KBR68H.

Sebelumnya, Pemprov DKI menaikkan tarif angkutan umum Rp 500 - Rp 1000. Rinciannya untuk tarif angkutan kecil yang semula Rp 2.500 naik menjadi Rp 3.000. Sedangkan bus sedang dan besar reguler naik dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000. Besaran kenaikan itu menurut Organda hanya mampu menutup kebutuhan operasional pengusaha. Namun Organda menerima penaikan tarif dari pemprov.

Editor: Antonius Eko

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Program Siswa Asuh Sebaya Bantu Pelajar Berstatus Ekonomi Kurang Mampu

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Let's Happy Be Healthy with Mima Shafa

WHO Sediakan Jutaan Unit Tes Cepat COVID bagi Negara Miskin