Kemenkumham Mendata Properti Lapas Yang Hilang

KBR68H, Jakarta - Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) belum dapat mentaksir kerugian akibat pembakaran Lapas Tanjung Gusta, Medan Kamis lalu.

NUSANTARA

Sabtu, 13 Jul 2013 11:02 WIB

Author

Novaeny Wulandari

Kemenkumham Mendata Properti Lapas Yang Hilang

lapas tanjung gusta, kerugian, pendataan, portalkbr.com


KBR68H, Jakarta - Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) menyatakan, sekitar Rp 100 juta dan puluhan senjata api raib dalam pembakaran Lapas Tanjung Gusta, Medan Kamis lalu. Direktur Kemanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Joko Wibowo menjelaskan, puluhan senjata itu terdiri dari  15 senjata laras pendek. Kata dia, hingga kini pihaknya masih menginventarisir seluruh properti Lapas dan belum bisa mentaksir kerugian yang ditimbulkan kerusuhan Lapas tersebut.(Baca: Kerusuhan LP Tanjung Gusta Terbesar di Indonesia)

"Secara fisik sih masih belum bisa dihitung. Ada beberapa materi yang hilang termasuk uang di brankas sekitar Rp 100 juta itu uang koperasi dan uang dinas. Lalu senjata, ada bebrapa senjata. Nanti masih didata dulu, karena banyak itu ada senjata panjang sekitar 10an senjata pendek sekitar 15an ya. Jadi diinvetarisir, karena kemarin masih belum sempat jadi kita upayakan hari ini," ujar Joko saat dihubungi KBR68H.

Kamis lalu, Lapas Tingkat I Tanjung Gusta di Medan dibakar oleh narapidana. Pembakaran itu sebagai protes narapidana terhadap PP Nomor 19 tahun 2002. PP tersebut melarang terpidana terorisme, korupsi dan narkoba mendapat potongan masa tahanan atau remisi. Sementara itu, Kementerian Hukum dan HAM menilai, aksi tersebut dipicu oleh matinya aliran listrik dan air di Lapas.

Editor: Nanda Hidayat











Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10