Kasus Narkoba di Kutim Sudah Melewati Kasus Pembalakan Liar

KBR68H, Sangatta - Mewujudkan Kutai Timur (Kutim) bebas dari penyalahgunaan berbagai jenis Narkoba pada 2015 tampaknya sulit terwujud.

NUSANTARA

Rabu, 10 Jul 2013 07:52 WIB

Author

Radio Gema Wana Prima

Kasus Narkoba di Kutim Sudah Melewati Kasus Pembalakan Liar

narkoba, kutai timur, pembalakan liar, bebas narkoba

KBR68H, Sangatta - Mewujudkan Kutai Timur (Kutim) bebas dari penyalahgunaan berbagai jenis Narkoba pada 2015 tampaknya sulit terwujud. Pasalnya, selain SDM minim juga biaya yang belum mendukung. Sementara, aksi peredaran obat terlarang terus terjadi bahkan semakin marak baik di Sangatta maupun kecamatan lain.

Ketua BNK Kutim Ardiasnyah Sulaiman mengatakan, posisi Kutim yang berada di ruas trans Kalimantan sangat wajar jika peredaran obat terlarang seperti sabu-sabu, double el serta ectasy terus terjadi.

“Pemkab dan BNK Kutim sangat prihatin, karena banyak warga Kutim yang terlibat penyalahgunaan obat terlarang baik digunakan sendiri maupun dijual untuk keuntungan sendiri dan kelompok,” kata Ardiansyah yang juga Wabup Kutim.

Disela-sela pemusnahan barang bukti diantaranya ribuan pil Narkoba dan ratusan gram SS di Kejaksaan Sangatta belum lama ini, ia mengakui peredaran obat terlarang di Kutim terus mengalami kenaikan signifikan dengan tersangka dari berbagai profesi.

Ia mengakui, selama ini cukup banyak oknum pegawai Pemkab Kutim yang dicokok petugas karena terlibat langsung. Secara pribadi ia mengaku lebih prihatin ada oknum guru yang tersandung obat terlarang.

“Jujur saja, secara pribadi sangat miris melihat keadaan di Kutim dimana tersangka penjual dan pengguna obat terlarang justru ada dari kalangan pendidik, kondisi ini menatang saya sebagai Ketua BNK untuk lebih aktif lagi bersama jajaran Disdik melakukan perlawanan terhadap Narkoba,” kata Ardiansyah.

Sebelumnya Kajari Didik Farkhan dan Kapolres Kutim Budi Santosa sama-sama mengakui, masalah Narkoba menempati peringkat teratas dari semua kasus yang selama ini terjadi di Kutim.
 
“Jika beberapa tahun sempat didominasi illegal logging, kini Narkoba berada di urutan teratas,” terang Kajari Didik Farkhan.

Menurut Kapolres Budi Santosa, obat terlarang mudah dibawa dan jika dipasarkan akan menghasilkan uang lebih besar dan sangat menguntungkan. Ia mengaku tidak heran, jika banyak warga Kutim meski sudah berpenghasilan mapan terlibat dalam penjualan obat haram ini. “Sekarang ini penyebarannya sudah merata, bahkan dipedalaman lebih dahsyat apalagi menjadi lintasan penyeludup internasional asal Malaysia,” katanya.

Sumber: Radio Gema Wana Prima

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18