Buru Napi Tanjung Gusta, Pengamanan Perbatasan Diperketat

KBR68H, Jakarta - Kepolisian Daerah Sumatera Utara terus memperketat wilayah perbatasan untuk mempersempit ruang gerak terpidana terorisme yang kabur dari Lapas Tanjung Gusta, Medan.

NUSANTARA

Sabtu, 13 Jul 2013 11:53 WIB

Author

Novaeny Wulandari

Buru Napi  Tanjung Gusta, Pengamanan Perbatasan Diperketat

lapas tanjung gusta, napi terorisme, pengamanan perbatasan

KBR68H, Jakarta - Kepolisian Daerah Sumatera Utara terus memperketat wilayah perbatasan untuk mempersempit ruang gerak terpidana terorisme yang kabur dari Lapas Tanjung Gusta, Medan. Daerah perbatasan itu antara lain, Langkat, Aceh, Labuan Batu dan wilayah Riau. Juru Bicara Polda Sumut, Raden Heru Prakoso mengatakan, Kepolisian telah membentuk tim khusus untuk menyisir keberadaan empat teroris tersebut. Sedangkan, kata dia, terpidana lain yang telah berhasil ditangkap masih berada di sejumlah Polres. (Baca: Sembilan Narapidana Terorisme Lapas Tanjung Gusta Belum Tertangkap)

"Kita sudah membentuk tim, Polda Polres ya. Kemudian kita sudah memperketat jalur-jalur yang kita duga pelarian dari narapidana ini dengan kegiatan razia di jalan. Kemudian kita perketat daerah-daerah perbatasan seperti daerah Langkat dan Aceh kemudian juga di Labuan Batu dan wilayah Riau. Kemudian juga di Polres Madina dengan Sumatera Barat demikian juga di Polres Langkat yang berbatasan dengan Aceh Tenggara," ujar Heru saat dihubungi KBR68H.

Juru Bicara Polda Sumatra Utara, Raden Heru Prakoso meambahkan, hingga kini seluruh narapidana yang berhasi di tangkap kembali berjumlah 84 narapidana dari 212 napi yang melarikan diri. Lima diantaranya adalah narapidana terorisme.


Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10