Bank Sampah Hasilkan Rp 15 Miliar Per Bulan

Ingin tahu perputaran uang di bisnis sampah? Ini dia, menurut Kementerian Lingkungan Hidup KLH mencatat seluruh bank sampah yang ada saat ini secara nasional mampu menghasilkan uang mencapai 15,7 miliar rupiah tiap bulan.

NUSANTARA

Selasa, 09 Jul 2013 15:29 WIB

Author

Green Radio

Bank Sampah Hasilkan Rp 15 Miliar Per Bulan

Bank Sampah, Rp 15 Miliar

KBR68H, Jakarta - Ingin tahu perputaran uang di bisnis sampah? Ini dia, menurut Kementerian Lingkungan Hidup KLH mencatat seluruh bank sampah yang ada saat ini secara nasional mampu menghasilkan uang mencapai 15,7 miliar rupiah tiap bulan.

Menurut Asisten Deputi Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup, Sudirman, angka 15, 7 miliar tiap bulan dari 1195 bank sampah dari 58 kabupaten/kota di Indonesia.

“Dari 1.195 bank sampah nasabahnya di seluruh Indonesia ada kurang lebih 105 ribu. Ada tiga manfaat bank sampah, pertama terhadap lingkungan sehingga kondisi daerahnya jadi bersih, kedua kepada sosial sehingga kepedulian masyaraat untuk membawa sampahnya ke tempatnya bisa benar dan ketiga manfaat ekonomi, yang dulu ibu-ibu kurang peduli terhadap sampah sekarang lebih peduli dengan memilahnya,” kata Sudirman.

Dalam jangka dua tahun, bank sampah yang diharapkan KLH cukup puas dan akan dikembangkan di daerah Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Awalnya kehadiran bank sampah hanya untuk mengatasi permasalahan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah. Pengelolaan sampah bukan hanya menjadikan kota bersih atau cantik, tapi juga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.

Bank Sampah merupakan teknik pengelolaan sampah dengan mengadopsi manajemen perbankan, tapi yang menjadi alat transaksi adalah sampah, dan bukan uang layaknya di lembaga perbankan.

Kehadiran bank sampah dimulai masyarakat di Bantul, Daerah Istimewa Yogyajarta (DIY), secara swadaya dan saat ini berkembang sekaligus diterapkan di daerah lain.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8