Bagikan:

Zonasi PPDB DIY Hanya 300 Meter, Sultan Minta Aturan Tidak Kaku

Menurut Sultan, adanya keberatan dari masyarakat tersebut akan dirembug bersama dengan Disdikpora DIY dan sekolah untuk mengatasi masalah kebijakan zonasi PPDB 300 meter.

NUSANTARA

Rabu, 15 Jun 2022 01:24 WIB

Author

Ken Fitriani

zonasi PPDB

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta, Selasa (14/6/2022). (Foto: KBR/Ken Fitriani)

KBR, Yogyakarta – Aturan dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMK/SMA baru saja dikeluarkan.

Berdasarkan petunjuk teknis (juknis) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, siswa SMP/MTs yang berdomisili 300 meter dari sekolah diprioritaskan masuk ke SMA/SMK untuk melalui jalur zonasi pada tahun ini.

Kebijakan tersebut dinilai menyulitkan peserta didik untuk mendapatkan sekolah.

Hal itu mendapat tanggapan dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Sultan meminta sekolah dan Dinas Pendidikan tidak kaku dalam menerapkan zonasi 300 meter dalam PPDB tahun ajaran baru nanti.

Sebab sekolah yang dibangun di DIY awalnya merupakan tanah kosong yang ditujukan untuk memberikan kemudahan siswa untuk belajar.

"Kita bangun sekolah itu bukan karena jarak. Jadi itu sepenuhnya kan nggak mungkin bisa, saklek gitu kan nggak bisa. Jadi perlu kearifan juga. Itu yang saya minta bisa jadi faktor penentu juga untuk tidak mempersulit orang tua," kata Sultan usai kunjungan kerja di PD Taru Martani Yogyakarta, Selasa (14/6/2022).

Menurut Sultan, adanya keberatan dari masyarakat tersebut akan dirembug bersama dengan Disdikpora DIY dan sekolah untuk mengatasi masalah kebijakan zonasi 300 meter.

Apalagi jumlah sekolah di DIY tidak merata di setiap kabupaten dan kota. Oleh karenanya perlu adanya kompromi dari pihak terkait.

“Saya kira masalah itu sudah kita pecahkan beberapa tahun yang lalu, bagaimana menyangkut masalah zonasi itu harus ada kompromi. Jadi jarak tidak bisa dibatasi satu kilo, dua kilo, tiga kilo dan seterusnya. Mungkin di desa masih bisa, tapi kalau di kota nggak mungkin apalagi untuk SMA,” jelas Sultan.

Baca juga:



Sultan berharap, SMA/SMK bisa lebih fokus membangun kompetensi dan karakter peserta didik. Sebab kearifan dari sekolah maupun sekolah sangat dibutuhkan agar tidak membuat mental para siswa menjadi down atau kecewa.

“Sehingga wisdom kesepakatan antar guru dengan wali menjadi sesuatu yang sangat penting untuk bisa membangun agar anak ini tidak kecewa atau akhirnya turun mental karena tidak mendapatkan sekolah,” papar Sultan.

Sebelumnya Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya mengatakan, siswa yang rumahnya berjarak 300 meter dari sekolah memang diprioritaskan untuk masuk melalui jalur zonasi pada PPDB 2022.

Namun ada syarat yang harus dipenuhi oleh peserta didik, yaitu peserta didik harus tinggal minimal 1 tahun di lokasi tersebut secara status Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Paling tidak sudah ada di situ (sekitar sekolah) satu tahun terhitung sejak 30 Juni tahun lalu. Menjadi aneh kalau tinggal di sebelah sekolah tapi malah tidak bisa sekolah di situ,” imbuh Didik.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?