Bagikan:

UGM Deklarasikan Diri Sebagai Kampus Bebas dari Semua Tindak Kekerasan

UGM juga menyiapkan pusat krisis untuk sivitas kampus yang ingin melaporkan atau komplain terhadap tindak kekerasan yang dialami. Langkah ini segera disosialisasikan ke 6 ribu lebih mahasiswa UGM.

NUSANTARA

Kamis, 09 Jun 2022 22:58 WIB

Author

Ken Fitriani

Kampus bebas dari semua tindakan kekerasan

Rektor UGM Ova Emilia saat konferensi pers deklarasi UGM sebagai kampus bebas dari tindakan kekerasan di Yogyakarta, Kamis (9/6/2022). (Foto: KBR/Ken Fitriani)

KBR, Yogyakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) mendeklarasikan diri sebagai kampus bebas dari tindakan kekerasan atau zero tolerance for violence, terlebih pada tindak kekerasan seksual.

Rektor UGM Ova Emilia mengatakan deklarasi tersebut merupakan salah satu upaya menegaskan bahwa UGM telah melakukan banyak kegiatan managemen pencegahan dalam mengatasi kekerasan khususnya kekerasan seksual sejak tahun 2019.

"Komitmen tersebut telah ditujukan dengan munculnya peraturan rektor di tahun 2020. Jadi satu tahun sebelum munculnya peraturan Mendikbud terkait hal yang sama," kata Ova Emilia dalam konferensi pers di Fortakgama UGM, Yogyakarta, Kamis (9/6/2022).

Baca juga:


Pusat krisis

Ova Emilia mengatakan universitas merupakan tempat kedua terbanyak terjadinya kekerasan seksual. Sebagai institusi pendidikan, universitas bertugas menyiapkan generasi penerus. 

Untuk itu, kata Ova, universitas perlu membuat sistem dan peningkatan literasi terhadap permasalahan tersebut.

"UGM juga telah memiliki kanal khusus bernama Pusat Krisis. Kanal itu diperuntukan bagi sivitas kampus yang ingin melaporkan atau komplain terhadap tindak kekerasan yang dialami," ungkapnya.

Ia menjelaskan pembentukan kanal khusus itu merupakan salah satu terobosan dalam pelaporan, pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

"Kita siapkan crisis center yang ada di website UGM dimana mahasiswa bisa mengakses secara online dari manapun untuk pelaporan. Apabila terjadi hal kedaruratan harapannya dengan sistem ini universitas bisa mengantisipasi dan mengatasinya dengan lebih baik dan lebih siap. Dengan begitu, bisa mendorong terwujudnya lingkungan kampus yang aman dan nyaman dari berbagai bentuk kekerasan,” kata Ova.

Direktur Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UGM, Irfan Dwidya Prijambada menambahkan salah satu aktivitas yang akan dilakukan sebagai bagian dari deklarasi adalah sosialisasi kepada 6.250 mahasiswa.

Mereka akan mendapatkan pembekalan sebelum terjun KKN yang disebar di seluruh pelosok Indonesia.

"Ada 31 provinsi yang akan didatangi mahasiswa di 250 lokasi, jumlah yang cukup besar dan tersebar. Mereka harus berperilaku positif, dalam artian tidak ada kekerasan verbal di dalam berkomunikasi. Oleh sebab itulah persiapan dilakukan, memberikan materi terutama tentang kekerasan seksual, bagaimana mengatasinya," imbuhnya.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

RAPBN 2023, Penanganan Pandemi Tak Lagi Jadi Prioritas?

Most Popular / Trending