Bagikan:

Taman Kehati Emil Salim, Dibangun di Lahan Bekas Tambang Batu Bara

Luasnya 24 hektare.

NUSANTARA

Kamis, 09 Jun 2022 08:08 WIB

Taman Kehati Emil Salim, Dibangun di Lahan Bekas Tambang Batu Bara

Ilustrasi Taman Kehati. Foto-Kehati.or.id

KBR, Semarang- Taman Kehati Emil Salim di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat diklaim akan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia. Pembangunan taman ini diresmikan oleh Yayasan KEHATI, Rabu, 08 Juni 2022.

Taman Kehati dibangun di atas lahan bekas tambang batu bara, peninggalan dari pemerintah kolonial Belanda. Luasnya 24 hektare. Kebun ini dinamai dengan nama salah satu pendiri Yayasan KEHATI, yakni Emil Salim.

Proyek pembangunan Taman Kehati Emil Salim merupakan kerja sama dari Yayasan KEHATI dengan pemerintah daerah Kota Sawahlunto.

Ketua Dewan Pembina Yayasan KEHATI, Ismid Hadad menjelaskan bahwa pembangunan taman diinisiasi Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI).

Namun, kata dia, peran pemerintah daerah akan jauh lebih dibutuhkan dalam proses pengembangan dan optimalisasi taman itu sendiri.

“Taman Kehati Emil Salim di Sawahlunto ini akan menjadi salah satu yang terbesar dan terpenting nantinya. Selama ini, Yayasan KEHATI sudah menginisiasi dan mengelola taman Kehati di 7-9 daerah di Indonesia,” ungkap Ismid dalam “Dialog Sawahlunto Menuju Transformasi Pembangunan Berkelanjutan dan Lestari”, Rabu, (8/6/2022).

Ketua Dewan Pembina Yayasan KEHATI, Ismid Hadad berharap, Taman Kehati Emil Salim tidak hanya menjadi upaya pelestarian SDA di Kota Sawahlunto saja, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi wahana rekreasi sekaligus edukasi yang nantinya dapat berkontribusi terhadap kemajuan sektor pariwisata Sawahlunto.

Kontribusi untuk Sektor Pariwisata

Dinas Lingkungan Hidup Sumatra Barat optimistis pembangunan Taman Kehati Emil Salim di Kota Sawahlunto akan berkontribusi terhadap sektor pariwisata.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Barat, Siti Aisyah mengakui, meskipun Provinsi Sumatera Barat kaya akan keindahan alam, tetapi pendapatan dari sektor pariwisata tergolong rendah.

“Pariwisata kita ini belum cukup memberikan nilai ungkit secara ekonomi. Bukan karena kita tidak indah, kita indah, di sini ada semua. Laut ada, gunung ada, danau ada, ngarai ada, sungai banyak. Tetapi ini kaitannya dengan tata kelola dan pemberdayaan masyarakat,” papar Siti Aisyah dalam acara “Dialog Sawahlunto Menuju Transformasi Pembangunan Berkelanjutan dan Lestari”, Rabu, (8/6/2022).

Kadis Lingkungan Hidup Sumbar, Siti Aisyah berharap pembangunan Taman Kehati Emil Salim tidak hanya berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan saja, tetapi juga memajukan sektor pariwisata Sumbar, terutama di Kota Sawahlunto.

Salah satunya dengan meningkatkan peran UMKM yang nantinya akan membuka usaha di sekitar taman, mulai dari kuliner hingga kain khas masyarakat Minang.

Baca juga:

Resmikan Taman Wisata dan Kuliner Kupang, Jokowi: Habis Banyak

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Mengkritik Klaim Pemberantasan Korupsi di Era Jokowi

Most Popular / Trending