Bagikan:

Sejumlah Faktor Penyebab Harga Cabai Naik di Jatim

Panen raya di beberapa sentra pertanian cabai terputus.

NUSANTARA

Selasa, 07 Jun 2022 09:10 WIB

Sejumlah Faktor Penyebab Harga Cabai Naik di Jatim

Ilustrasi: petani memanen cabai rawit di Kediri, Jawa Timur, Kamis (5/1/2017). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Tanaman cabai milik sebagian petani di Jawa Timur (Jatim) terserang penyakit patek. Patek atau antraknosa adalah penyakit yang disebabkan oleh cendawan.

Penyakit ini berkembang pesat pada kondisi kelembapan tinggi, yang dapat menyebabkan cabai menjadi layu dan akhirnya mati.

Jika tidak diobati, penyakit itu akan menyebar ke tanaman lain, sehingga membuat kerugian petani semakin besar.

Serangan penyakit ini, membuat cabai terlambat untuk dipanen, dan berdampak pada kenaikan harga komoditas tersebut.

Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jatim, Nanang Triatmoko mengatakan akibat penyakit patek yang mematikan pohon cabai itu, panen raya yang biasanya terjadi di beberapa sentra pertanian cabai terputus.

"Kalau cabai kecil penyebab utamanya adalah mulai Blitar, kediri, Bojonegoro dan Lamongan, terserang patek. Mereka mati lebih awal," katanya, Senin, (6/6/2022).

Baca juga:

Menurut dia, harga cabai di petani saat ini mencapai Rp72 ribu per kilogram, dan diprediksi akan terus meningkat.

Sementara itu, harga cabai besar naik karena petani terlambat melakukan penanaman. Kondisi itu terjadi karena hujan terjadi lebih lama, sehingga petani terlambat menanam.

Menurut Nanang Triatmoko, harga cabai besar di petani mencapai Rp51 ribu per kilogram. Ia memperkirakan, harga akan terus merangkak naik, karena di beberapa lokasi petani baru melakukan penanaman. Padahal, kini permintaan pasar sedang naik, setelah kondisi pandemi COVID-19 membaik.

Faktor lain penyebab harga cabai naik ialah menurunnya jumlah lahan pertanian cabai di Jatim.

Sebelumnya, harga cabai rawit di beberapa daerah terus meroket. Seperti di Kabupaten Lamongan, Sidoarjo dan Surabaya, di sana harga cabai sudah menembus Rp100 ribu per kilogram.

Nanang berharap Pemprov Jatim bisa  mengatasi penyakit patek yang mematikan tanaman cabai petani. Sehingga, kerugian yang dialami petani cabai di beberapa daerah bisa berkurang.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Edu Talk IV YPA-MDR: Go Digital Melalui Media Ajar Interaktif