Bagikan:

Pesawat Susi Air Ditemukan Beberapa Jam setelah Jatuh, Penumpang?

Pesawat Susi Air jenis Pilatus Porter PC-6, jatuh di wilayah Kabupaten Paniai, Papua.

NUSANTARA

Jumat, 24 Jun 2022 17:53 WIB

Pesawat Susi Air Ditemukan Beberapa Jam setelah Jatuh, Penumpang?

Tim SAR gabungan dan warga mengevakuasi korban dari lokasi jatuhnya pesawat Susi Air, Kamis, 23 Juni 2022. Foto: Ian Lohy

KBR, Jayapura- Sebagian besar penumpang pesawat Susi Air jenis Pilatus Porter PC-6, yang jatuh di wilayah Kabupaten Paniai, Papua, mengalami patah tulang.

Pesawat dengan nomor penerbangan PK-BVM yang dipiloti Dayle Peter, jatuh dalam penerbangan dari Kabupaten Paniai menuju ke Kabupaten Mimika, Kamis, 23 Juni 2022.

Komandan Lanud Timika, Slamet Suhartono mengatakan enam penumpang dan pilot selamat dalam insiden itu. Akan tetapi sebagian besar dari mereka mengalami patah tulang, dan pendarahan akibat luka.

"Ada beberapa yang luka parah. Ada yang patah kaki, kemudian patah tangan, ada yang luka pendarahan yang cukup banyak juga," kata Slamet Suhartono, Jumat, (24/6/2022).

Baca juga

Pesawat Sipil Diberondong Belasan Tembakan di Nduga Papua

Kata dia, lokasi jatuhnya pesawat berhasil ditemukan beberapa jam setelah pesawat hilang kontak.

Kemudian, tim evakuasi gabungan dibantu warga berhasil mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika. Evakuasi dilakukan tidak lama setelah lokasi jatuhnya pesawat ditemukan.

"Tapi, semua kondisi selamat dan sudah dievakuasi ke rumah sakit. Investigasi tidak bisa kita sampaikan, karena nanti ada tim yang akan menjawab perihal kenapa pesawat itu mengalami crash (gangguan)," kata Slamet Suhartono, Jumat (24/6/2022).

Komandan Lanud Timika, Slamet Suhartono menambahkan, saat tim evakuasi tiba di sekitar lokasi, para korban sudah berada satu kilometer dari tempat jatuhnya pesawat.

Mereka dibantu warga sekitar ke luar dari pesawat itu, sebab dikhawatirkan terjadi sesuatu hal tak diinginkan terhadap pesawat.

Enam penumpang pesawat Susi Air saat kecelakaan, yakni Leo Dimpau, Seruwarkis Diabilu, Lukas Dimpau, Merina Dimpau, Fickien Dimpau, dan Philipus Dimpau.

Hingga kini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Most Popular / Trending