Bagikan:

Penyakit Mulut dan Kuku Meluas, Banyuwangi Akan Tutup Pasar Hewan

"Kita lakukan pengawasan ternak yang masuk dari Situbondo kita hentikan, kita suruh balik jika tidak dilengapi surat- surat. Mungkin beberapa pasar hewan mulai minggu depan kita tutup sementara"

NUSANTARA

Senin, 06 Jun 2022 15:42 WIB

Penyakit Mulut dan Kuku Meluas, Banyuwangi Akan Tutup Pasar Hewan

Ilustrasi hewan ternak yang mati karena penyakit mulut dan kuku (PMK). (Foto: Antara)

KBR, Banyuwangi - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyuwangi, Jawa Timur, akan menutup sejumlah pasar hewan di daerahnya,menyusul meluasnya penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di kabupaten itu.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyuwangi, Nanang Sugianto mengklaim telah berupaya menangkal masuknya penyakit yang menyerang hewan ternak itu.

"Setelah kita berusaha untuk menangkal sekuat dan semampu kita di pintu-pintu perbatasan sama edukasi masyarakat. Jadi kebijakan-kebijakan secara proposional kita lakukan. Iintinya pembatasan lalu lintas. Kita lakukan pengawasan ternak yang masuk dari Situbondo kita hentikan, kemudian kita suruh balik apabila tidak dilengapi surat- surat. Mungkin beberapa pasar hewan mulai minggu depan kita tutup sementara,” katanya di Banyuwangi, Senin (6/6/2022).

Nanang mengatakan, hingga 6 Juni 2022 (hari ini, red), sebanyak 118 hewan ternak sapi di 14 kecamatan yang positif terinfeksi PMK.

"Namun masih belum ada laporan kematian hewan ternak akibat PMK tersebut," ungkapnya.

Ia menjamin, populasi hewan ternak di Banyuwangi saat ini masih mencukupi, meski ada ratusan hewan ternak yang terinfeksi.

Baca juga:

"Ketersedian sapi di Banyuwangi mencapai 9.200an ekor. Dengan kebutuhan saat ini diperkirakan sekitar tiga ribuan ekor, sehingga masih surplus 6 ribu ekor lebih," ungkap Nanang Sugianto.

Sementara untuk ketersediaan kambing di Banyuwangi, jumlahnya saat ini mencapai 36 ribu ekor, dengan kebutuhan hanya 12 ribuan ekor.

"Sedangkan ketersedian domba, mencapai 22 ribu ekor lebih, dan diperkirakan kebutuhan Banyuwangi mencapai 5 ribu ekor, sehingga ada surplus 17 ribu ekor domba," pungkas dia.

Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Antisipasi Bencana Alam di Akhir Tahun

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending