Bagikan:

MRP Ingatkan Pemerintah Tak Abaikan Hak Pengungsi Nduga

"Akan tetapi setelah hampir empat tahun di pengungsian, mereka belum mendapat perhatian serius. Warga pengungsi kesulitan air bersih, tidak mendapat layanan kesehatan memadai"

NUSANTARA

Selasa, 14 Jun 2022 14:37 WIB

MRP Ingatkan Pemerintah Tak Abaikan Hak Pengungsi Nduga

ilustrasi wilayah Nduga

KBR, Jayapura - Majelis Rakyat Papua (MRP) mengingatkan Pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat tidak mengabaikan hak ribuan pengungsi Nduga.

Saat ini ribuan pengungsi Nduga itu tersebar di berbagai wilayah di Papua. Mereka mengungsi sejak akhir 2018 lalu.

"Harapan kami pemerintah bisa mengadakan fasilitas. Banyak anak-anak usia sekolah perlu mendapatkan pendidikan yang layak. Mulai dari PAUD karena banyak usia PAUD atau TK, lalu banyak juga usia SD dan mereka ini berhak mendapatkan pendidikan yang layak," kata Ketua Tim Panitia Khusus (Pansus) Kemanusiaan MRP, Luis Madai di Jayapura, Selasa (14/6/2022).

Luis Madai mengakui, pengungsi Nduga di berbagai lokasi pengungsian tidak mendapat layanan kesehatan dan pendidikan yang layak.

"Misalnya di Kabupaten Jayawijaya, di sana ada sekitar 8.000 warga Nduga yang mengungsi. Akan tetapi setelah hampir empat tahun di pengungsian, mereka belum mendapat perhatian serius. Warga pengungsi kesulitan air bersih, tidak mendapat layanan kesehatan memadai, dan anak anak pengungsi usia sekolah tidak mengenyam pendidikan," jelas dia.

Berita terkait:

Luis Madai juga mengingatkan perlunya kerja sama antara pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat untuk menangani pengungsi Nduga.

"Sebab, masalah pengungsi Nduga bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah saja," pungkasnya.

Sebelumnya, ribuan warga Kabupaten Nduga bertahun-tahun mengungsi ke daerah sekitar imbas konflik bersenjata antara aparat keamanan dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di daerah itu.

Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?