Bagikan:

Kasus Baru COVID-19 di Papua Barat Bertambah 37

Puluhan kasus baru itu ditemukan di Kabupaten Teluk Bintuni.

NUSANTARA

Rabu, 15 Jun 2022 11:36 WIB

37 Kasus Baru COVID-19 di Papua Barat

Ilustrasi: Kabid P2P Dinkes Papua, dr. Aaron Rumainum saat menyuntikkan vaksin COVID-19 ke lengannya sendiri, Rabu, (13/01/2021). Foto: ANTARA

KBR, Jayapura- Puluhan kasus korona baru ditemukan di Provinsi Papua Barat, selama sepekan terakhir. Juru bicara Penanganan COVID-19 Papua Barat, Arnold Taniap mengatakan 37 kasus baru itu ditemukan di Kabupaten Teluk Bintuni. Yakni di areal perusahaan British Petroleum (BP) Tangguh Liquefied Natural Gas (LNG).

Menurutnya, sebagian besar kasus baru ini berasal dari pekerja perusahaan, yang baru kembali dari luar Papua Barat, usai masa cuti mereka berakhir.

"37 itu sebagian besar yang kerja di BP. Dari BP Tangguh ini, itu pun terjadi (37 kasus baru itu ditemukan) karena memang (pihak perusahaan) di sana mereka melakukan pemeriksaan rutin, ya. Pemeriksaan rutin karyawan yang baru pulang dari cuti, off, kemudian kembali ke tempat kerja itu diwajibkan melakukan pemeriksaan," kata Arnold Taniap, Rabu, (15/6/2022).

Baca juga:

Juru bicara Penanganan Covid-19 Papua Barat, Arnold Taniap mengatakan bakal memeriksa karyawan perusahaan di Teluk Bintuni, setiap hari, untuk mengantisipasi lonjakan kasus. Sebab, bukan tidak mungkin ada kasus baru di daerah lain di Papua Barat, hanya saja belum terdeteksi karena tidak dilakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan dilakukan oleh Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Teluk Bintuni, bekerja sama dengan tenaga kesehatan perusahaan.

"Kemudian kalau mereka yang diperiksa itu positif, maka mereka akan melakukan pemeriksaan bagi kontak dekatnya. Jadi ketangkap (adanya kasus baru yang lain) gitu maksudnya," kata Arnold.

Satgas Penanganan COVID-19 Papua Barat, juga meminta warga yang belum divaksin segera divaksin untuk memperkuat kekebalan tubuh.

Kata dia, hingga kini capaian vaksinasi COVID-19 di Provinsi Papua Barat untuk dosis pertama yakni 63,7 persen dari 797.402 sasaran penerima. Dosis kedua 45,9 persen, dan dosis ketiga baru 12,1 persen.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?