Bagikan:

Ini Alasan Polisi Periksa 5 Pengurus Khilafatul Muslimin Solo

"Kita juga tindak lanjuti kasus konvoi Khilafatul Muslimin di Klaten,"

NUSANTARA

Selasa, 14 Jun 2022 07:14 WIB

Polisi turunkan  papan Khilafatul Muslimin kantor cabang Solo, Jateng, Kamis (9/6/22). (Antara/Maula

Polisi turunkan papan Khilafatul Muslimin kantor cabang Solo, Jateng, Kamis (9/6/22). (Antara/Maulana Surya)

KBR, Solo-  Polisi menjadwalkan memeriksa lima pengurus Khilafatul Muslimin Solo pekan ini. Kapolresta Solo, Ade safri mengatakan baru dua  pengurus yang sudah memenuhi panggilan polisi terkait aktifitas kegiatan organisasi tersebut. 

Menurut Ade, pemeriksaan lima pengurus ini juga terkait aksi konvoi 50an orang Khilafatul Muslimin di Klaten akhir Mei lalu yang mengkampanyekan konsep negara Khilafah.

"Kan pimpinannya Mahmudi, ketuanya, ada juga Walimin, rumahnya dipakai untuk markas Khilafatul Muslimin Solo. Nanti Rabu, giliran kita periksa Sekretaris, Bendahara, dan Humasnya. Kita periksa klarifikasi kelima orang ini dulu. Inti ruang lingkup penyelidikan kita ini, klarifikasi seputar kegiatan mereka di Khilafatul Muslimin Ummul Quro Solo. Kemudian, kita juga tindak lanjuti kasus konvoi Khilafatul Muslimin di Klaten," jelas Ade, Senin petang ( 13/6/2022).

Lebih lanjut Ade mengungkapkan polisi akan terus mendalami motif aktifitas mereka. Khilafatul Muslimin di Solo, imbuh Ade, memiliki 30an anggota. Sebagian di antaranya selalu aktif dalam kelompok kegiatan.

Baca juga:


Polisi pekan lalu mencopoti papan identitas markas Khilafatul Muslimin Kota Solo di kawasan belakang kompleks kantor DPRD Solo. 


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?