Bagikan:

Imbas Konflik Bersenjata 10 Bulan Lalu, 500-an Warga Pegunungan Bintang Masih Mengungsi

Para warga korban konflik bersenjata itu mengungsi setelah kelompok bersenjata menyerang Distrik Kiwirok, dan membakar sejumlah fasilitas umum di sana, September 2021 silam.

NUSANTARA

Kamis, 09 Jun 2022 17:02 WIB

Konflik bersenjata

Anggota Binmas Noken Polri bersama anak-anak warga Distrik Kiwirok yang mengungsi di Oksibil, Papua, Selasa (5/10/2021). (Foto: Tribratanews.papua.go.id)

KBR, Jayapura - Ratusan warga Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua hingga kini masih mengungsi di Oksibil, ibu kota kabupaten Pegunungan Bintang.

Bupati Pegunungan Bintang, Papua, Spei Bidana mengatakan masih ada sekitar 500 warga Kiwirok yang mengungsi hingga kini.

Mereka mengungsi setelah kelompok bersenjata menyerang Distrik Kiwirok, dan membakar sejumlah fasilitas umum di sana, September 2021 silam.

Ratusan warga itu enggan kembali ke Kiworok, sebab situasi keamanan di wilayah itu belum sepenuhnya kondusif.

Mereka yang mengungsi bukan hanya warga, tapi juga ada tenaga kesehatan dan guru.

"Ada di Oksibil, ada di distrik terdekat di [Distrik] Oklib dan di Oksebang. Ada upaya kita negosiasi dengan kita pu (punya) saudara yang berseberangan (kelompok bersenjata) di Kiwirok, di Okika. Itu nanti anak anak lokal yang sudah disiapkan untuk turun [melakukan] pelayanan [kesehatan]. Jadi kemarin sudah aktif dan sudah mulai bergerak untuk pelayanan kesehatan. Tapi untuk anak anak [sekolah yang ikut orangtuanya mengungsi] semua kita ada sekolahkan di Oksibil," kata Spei Bidana, Kamis (9/6/2022).

Baca juga:


Bupati Pegunungan Bintang, Papua, Spei Bidana, pemerintah daerah terus berupaya bernegosiasi dengan kelompok bersenjata di Kiwirok. Negosiasi melibatkan tokoh agama dan tokoh adat setempat.

Katanya, untuk memberikan layanan kesehatan dan pendidikan kepada warga yang telah kembali ke Distrik Kiwirok, pemerintah daerah mengirim tenaga medis dan guru ke sana.

Mereka yang dikirim ke Kiwirok adalah tenaga kesehatan dan guru, yang merupakan anak asli daerah setempat.

Bupati Pegunungan Bintang juga telah memerintahkan kepala dua kepala distrik, berangkat ke Kiwirok membantu kepala distrik setempat, membangun kembali puskesmas yang dibakar kelompok bersenjata.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia