Bagikan:

Fenomena Perigee, Waspada Banjir Rob di Pesisir Selatan Jawa

Pasang permukaan air laut diperkirakan lebih besar dibanding dampak perigee Mei lalu.

NUSANTARA

Selasa, 07 Jun 2022 11:36 WIB

Fenomena Perigee, Waspada Banjir Rob di Pesisir Selatan Jawa

Ilustrasi perkiraan cuaca di Indonesia. Foto: BMKG.go.id

KBR, Cilacap– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di pesisir selatan Jawa, terutama Jawa Tengah dan Yogyakarta mewaspadai potensi banjir rob.

Menurut Prakirawan Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Rendy Krisnawan, banjir rob berpotensi terjadi akibat perigee atau fenomena jarak terdekat bulan ke bumi, pada 12-18 Juni 2022.

Kata dia, saat itu terjadi, pasang permukaan air laut diperkirakan lebih besar dibanding dampak perigee Mei lalu.

"Kalau melihat potensinya kemungkinan lebih besar dibanding banjir rob kemarin (Mei 2022). Karena ketinggian gelombangnya cukup tinggi. Untuk wilayah perairan itu bisa mencapai tiga meter, untuk wilayah lepas pantai berpotensi 4-5 meter. Jadi, kemungkinan di wilayah pesisir (rob) akan lebih tinggi," kata Rendy Krisnawan, Selasa, (7/8/2022).

Baca juga:

Kondisi tersebut diperparah dengan faktor lokal dan regional lain, yakni hujan lebat yang menyebabkan banjir di sejumlah sungai di pesisir Cilacap. Kombinasi berbagai faktor itu menyebabkan banjir rob berdampak lebih parah.

Rendy Krisnawan juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut maupun di kawasan pantai untuk mewaspadai potensi banjir rob. Ia meminta untuk sementara waktu, nelayan tidak melaut untuk mengurangi potensi kecelakaan akibat gelombang tinggi.

Meski diperkirakan lebih besar, namun dia menyebut banjir rob tidak akan lebih ekstrem dibanding 2020 atau 2017. Pasalnya, saat itu gelombang laut setinggi 6 meter, sehingga meningkatkan tinggi rob.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

RAPBN 2023, Penanganan Pandemi Tak Lagi Jadi Prioritas?

Most Popular / Trending