Bagikan:

Borobudur Alami Kerusakan, Pengunjung Maksimal 1.200 Orang Per Hari

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan kenaikan harga masuk ke situs budaya Candi Borobudur juga masih dalam kajian.

NUSANTARA

Senin, 06 Jun 2022 18:09 WIB

Borobudur

Warga menikmati pemandangan Candi Borobudur dari Bukit Dagi, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (19/5/2022). (Foto: ANTARA/Andreas Fitri)

KBR, Banyuwangi - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengungkapkan Candi Borobudur hanya dapat dikunjungi oleh maksimal 1.200 pengunjung setiap harinya.

Menurut Sandiaga, jumlah tersebut dinilai tidak begitu menimbulkan kerusakan pada batuan di situs budaya tersebut.

"Daya dukungnya sangat terbatas. Dan berdasarkan hitungan dari para ahli, hanya bisa dikunjungi 1.200 per hari. Dan ini sudah disampaikan berkali-kali. Malah kami pernah menyampaikan sandal, upanat, yang menjadi unggulan, yang bisa membantu mengurangi kikisan, yang membuat batu-batu di borobudur itu juga halus," kata Sandiaga dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (6/6/2022).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengklaim rencana kenaikan harga masuk situs Candi Borobudur bukan merupakan pendekatan komersial.

"Pendekatan konsentrasi. Pendekatan memastikan bahwa Borobudur ini adalah satu destinasi, satu situs yang betul-betul kita harus juga," katanya.

Di satu sisi, ia mengakui pemerintah juga harus lebih memperhatikan dampak kenaikan harga masuk situs Candi Borobudur terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.

"Apa yang kita lakukan ini sejalan dengan konsep wisata berkualitas, wisata komunitas pada pemulihan yang dimulai pada ekonomi masyarakat sekitar," katanya.

Baca juga:


Tarif masuk masih dikaji

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan kenaikan harga masuk ke situs budaya Candi Borobudur juga masih dalam kajian.

Ia memahami rencana harga masuk candi yang dipatok sebesar Rp75.000 per orang, menimbulkan perdebatan karena dinilai memberatkan masyarakat.

Oleh karena itu, ia mengklaim nantinya akan ada penyesuaian lebih lanjut.

"Kebijakan kuota dan harga khusus tersebut tentunya akan disesuaikan dari kajian lintas lembaga, dan juga melibatkan stakeholders. Kami yakin bahwa pembatasan ini merupakan keniscayaan. Karena candi borobudur sendiri itu juga daya dukungnya sangat terbatas," kata Sandiaga dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (6/6/2022).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengakui pemerintah seharusnya lebih menunjukan empati pada masyarakat kelas menengah bawah saat ini, yang tengah merasakan tekanan ekonomi.

Dengan biaya hidup yang semakin tinggi karena harga bahan pokok dan energi yang naik.

"Kami akan melakukan langkah-langkah strategis. Setelah mendapatkan masukan begitu banyak dari para netizen, juga dari para ahli, pelaku wisata dan ekonomi kreatif, ahli-ahli budaya, dan tokoh-tokoh masyarakat. Tentunya akan kami koordinasikan," ujarnya.

Sandiaga mengatakan pengkajian tersebut akan melibatkan tokoh agama. Sebab Candi Borobudur merupakan tempat peribadatan masyarakat yang menganut agama Buddha.

Kata dia, rencana kenaikan harga masuk situs Candi Borobudur itu mempertimbangkan kondisi situs yang sudah semakin mengkhawatirkan.

"Hasil laporan terakhir, kehalusan dari batu-batu di Borobudur ini mengalami degradasi yang drastis," tuturnya.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio