Bagikan:

BNPT Koordinasikan Nasib Pelajar di Sekolah Khilafatul Muslimin yang Tutup

“Langkah-langkah kita adalah mengkoordinasikan lebih lanjut apa yang harus kita lakukan, pascahukum ditegakkan."

NUSANTARA

Senin, 20 Jun 2022 14:28 WIB

Pengurus pesantren melepaskan papan pendidikan Khilafatul Muslimin di Pekayon, Bekasi, Jabar, Kamis

Pengurus pesantren melepaskan papan pendidikan Khilafatul Muslimin di Pekayon, Bekasi, Jabar, Kamis (16/6/22). (Antara/Fakhri Hermansyah)

KBR, Jakarta-  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli mengatakan,  akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait untuk menyelamatkan masa depan para murid sekolah yang terafiliasi kelompok Khilafatul Muslimin.

Saat ini, kata dia, berdasarkan informasi dari Polda Metro Jaya, terdapat 30 lembaga pendidikan (lemdik) yang terafiliasi dengan kelompok terlarang itu.

“Langkah-langkah kita adalah mengkoordinasikan lebih lanjut apa yang harus kita lakukan, pascahukum ditegakkan. Tentu kami mengkoordinasikan berkaitan dengan keberadaan anak-anak didik yang berada di sejumlah kabupaten kota jadi masih berjalan. Kita sudah bekerja dalam beberapa hari ini untuk mendatakan secara pasti," ucap Boy saat Konferensi Pers Fenomena Ideologi Kontemporer di Indonesia di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2022).

Jenderal Bintang Tiga itu menambahkan, nantinya BNPT akan berupaya memberikan semacam konseling terhadap anak-anak pasca lembaga pendidikannya ditutup. Konsep tersebut, kata Boy, akan ditawarkan BNPT kepada pemerintah daerah.

"Pemda tentu pimpinan Forkopimda sehingga mereka kita dapat berikan sebuah informasi yang objektif, edukatif dan dampak psikologis anak yang bersekolah," tuturnya.

Baca juga:


Sebelumnya menurut hasil investigasi penyidik Polda Metro Jaya, diketahui ada 30 sekolah yang terafiliasi kelompok yang diduga memiliki doktrin bertentangan dengan Pancasila.

Lembaga pendidikan milik organisasi Khilafatul Muslimin cenderung berlawanan dengan aturan pemerintah, termasuk tentang masa atau lamanya masa pendidikan.

“Ada 30 sekolah terafiliasi Khilafatul Muslimin dan penanggung jawabnya AS,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/6/2022).

Pascapenangkapan sejumlah petinggi Khilafatul Muslimin, sejumlah sekolah yang terafiliasi memutuskan untuk tutup sementara. Di antaranya Pesantren Ukhuwwah Islamiyah milik Khilafatul Muslimin di Bekasi, Jawa Barat yang menutup sementara pesantren   setelah adanya penolakan dari warga dan rapat dengan  Kelurahan di wilayah tersebut. Pesantren juga telah menurunkan plang papan nama dan memulangkan santri. 

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kejar Tayang Pengesahan RKUHP

Most Popular / Trending