Bagikan:

6 Bulan Tak Dibayar, Nakes RSUD Mamberamo Raya Mogok Kerja

"Hak-hak kami sebagai petugas medis, tenaga nonmedis belum dibayarkan. Honor, gaji, honor jaga."

NUSANTARA

Selasa, 14 Jun 2022 13:40 WIB

Ratusan Nakes RSUD Mamberamo Raya, Papua Mogok Kerja, Senin (13/6). (KBR/Arjuna)

Ratusan Nakes RSUD Mamberamo Raya, Papua Mogok Kerja, Senin (13/6). (KBR/Arjuna)

KBR, Jayapura- Ratusan tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Memberamo Raya, Papua mogok kerja sejak Senin (13/6/2022). Direktur RSUD Memberamo Raya, Merlin Nawipa mengatakan aksi itu dilakukan oleh dokter, tenaga perawat, honorer dan tenaga nonmedis.

Menurutnya, mogok kerja tersebut sebagai bentuk protes nakes, honorer, dan tenaga nonmedis terhadap pemerintah daerah setempat. Sebab, sejak Desember 2021 hingga Mei 2022, hak hak nakes, honorer dan tenaga nonmedis yang kerja di rumah sakit itu, tidak dibayarkan.

"Hak-hak kami sebagai petugas medis, tenaga nonmedis belum dibayarkan. Hak kami belum dibayarkan. Honor gaji, honor jaga. Honor jaga ini dibayarkan perdelapan jam, yaitu tiga shif pagi, siang dan malam, belum dibayarkan dari bulan Desember 2021 triwulan ke-4 sampai bulan Mei tahun 2022," kata Merlin Nawipa, Selasa (14/6/2022).

Direktur RSUD Memberamo Raya, Merlin Nawipa mengatakan, mogok kerja ini menyebabkan pelayanan kesehatan di RSUD Mamberamo Raya terhenti sejak Senin (13/6/2022).

Menurutnya, pemerintah daerah diberi waktu tiga hari untuk memenuhi tuntutan ratusan nekes itu. Apabila hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada kepastian dari pemerintah daerah, nakes yang bertugas di RSUD Mamberamo Raya akan melanjutkan aksi mogok kerja hingga tuntutan mereka dijawab.

Baca juga:

Sementara itu Asisten III Sekretariat Daerah atau Setda Kabupaten Mamberamo Raya, Ramses Asmuruf mengatakan,  telah menyampaikan aksi dan tuntutan ratusan nakes di sana kepada bupati setempat. Menurutnya, Bupati Mamberamo Raya, John Tabo menyatakan secepatnya menyelesaikan tuntutan para nakes.

Ia meminta ratusan nakes, honorer dan tenaga nonmedis yang melakukan mogok kerja, kembali memberikan pelayanan kesehatan kepada warga. Sebab, aksi itu menyebabkan warga kesulitan mendapat layanan kesehatan di RSUD Mamberamo Raya.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?