Waspada! Zona Merah di Jateng Bertambah

"Brebes sudah nulari kabupaten Tegal kemudian Kudus sudah merembet juga satu kelompok jadi nampaknya kok terkonfirmasi ya dari Jepara, Pati, Demak sampe ke Sragen,"

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 08 Jun 2021 13:02 WIB

Author

Anindya Putri

Waspada! Zona Merah di Jateng Bertambah

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo berbincang dengan Bupati Kudus, Hartopo saat meninjau penanganan kasus COVID-19 di kabupaten itu. (Foto: Antara/Yusuf Nugroho)

KBR, Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Bupati/Wali Kota waspada dan mengantisipasi terjadinya lonjakan covid-19.

Ganjar mengungkapkan, zona merah di provinsi itu telah bertambah menjadi delapan daerah dalam sepekan. sebelumnya, hanya tiga daerah di Jateng yang masuk dalam zona merah.

Lima kabupaten yang baru saja masuk kategori zona merah itu yakni Jepara, Pati, Demak, Grobogan, dan Kabupaten Tegal.

"Kalau dulu kita hanya 3 kabupaten merah seperti Kudus, Sragen dan Brebes. Hari ini sudah bergerombol dan bentuknya menarik, Brebes sudah nulari kabupaten Tegal kemudian Kudus sudah merembet juga satu kelompok jadi nampaknya kok terkonfirmasi ya dari Jepara, Pati, Demak sampe ke Sragen," katanya di Semarang, Selasa (08/06/21).

Guna mengantisipasi penularan, Ganjar juga mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk penambahan vaksin di 8 kabupaten/kota itu.

“Kami sudah minta tambahan jatah vaksin untuk 8 daerah yang masuk zona merah," pungkasnya.

Dinkes Kirim 120 Tenaga Medis Tambahan ke Kudus

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga kembali mengirim 120 tenaga medis ke Kabupaten Kudus, untuk membantu penanganan covid-19 di sana.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo mengungkapkan tenaga kesehatan yang diperbantukan ke Kudus terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, apoteker, analis kesehatan dan tenaga gizi.

"Dokter umum 38 orang, spesialis paru dan penyakit dalam masing-masing 8 orang, perawat 48 orang lalu apoteker 3 orang. Jadi yang 38 itu dari IDI ya dan masih bisa ditambah itu nanti bisa ditambah jumlahnya," katanya di Semarang, kemarin.

Menurut Yulianto, tenaga kesehatan yang dikirim itu tidak hanya tenaga kesehatan dari Provinsi Jawa Tengah saja, tapi juga dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan dari kampus-kampus kesehatan.

"Dari berbagai tenaga medis membantu ke Kudus sana ya," jelasnya.

Selain tenaga kesehatan, katanya, Dinkes Jateng juga mengirimkan bantuan alat kesehatan dan obat-obatan ke Kudus.

Saat ini Pemkab Kudus memerlukan 33 alat kesehatan seperti ventilator, HFNC, oksigen concentrator serta 60.000 jenis obat-obatan.

"Sudah kami kirimkan ke Kudus, jadi semoga bisa membantu penanganan di sana," jelasnya.

Saat ini, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kudus mencapai 1.678 orang. Dari jumlah itu, 1.238 pasien tengah menjalani isolasi.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mencari Solusi Krisis Pengelolaan Sampah di Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Inspirasi Bisnis dari Aerostreet

Kian Merebak Covid Varian Delta