covid-19

Manfaatkan Sidik Jari, Mahasiswa Cilacap Kembangkan Teknologi Kendaraan Antimaling

"Jari jempol itu untuk membuka bagasi. Jari tengah untuk stater. Jadi ketika kita mau menghidupkan. Jari telunjuk dulu untuk menghidupkan kontak, dan jari tengah untuk melakukan menstater motor."

BERITA | NUSANTARA

Senin, 07 Jun 2021 23:58 WIB

Manfaatkan Sidik Jari, Mahasiswa Cilacap Kembangkan Teknologi Kendaraan Antimaling

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KBR, Cilacap – Mahasiswa dan pengampu praktikum STMIK Komputama, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah mengembangkan teknologi antimaling pada kendaraan bermotor, memanfaatkan teknologi pemindai sidik jari.

Teknisi STMIK Komputama, Ghufron mengatakan inovasi ini bermula dari kegelisahan banyaknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pengaman kunci yang sekarang lazim digunakan dianggap sudah tidak memadai, dan mudah dibobol.

Karena itu, butuh sebuah sistem dengan akses pribadi untuk mengoperasikan kendaraan, agar relatif aman dari pencurian.

Atas usulan mahasiswa, tim membuat rancang bangun kendaraan yang memanfaatkan sidik jari agar bisa jalan. 

Kendaraan akan menyimpan pemilik kendaraan menggunakan tiga jari. Yakni, jempol untuk membuka bagasi, jari telunjuk untuk menghidupkan kontak, dan jari tengah untuk menyalakan mesin kendaraan.

Teknologi ini diklaim bisa digunakan untuk mobil dan sepeda motor, meski lebih memungkinkan mobil. Tiap kendaraan bisa didaftarkan untuk lima orang berbeda, demi kemudahan operasional.

“Jadi jari yang terdaftar tidak hanya satu, tapi ada tiga jari. Jari jempol itu untuk membuka bagasi. Jari tengah untuk stater. Jadi ketika kita mau menghidupkan. Jari telunjuk dulu untuk menghidupkan kontak, dan jari tengah untuk melakukan menstater motor,” kata Ghufron.

Ghufron mengemukakan, purwarupa kendaraan tersebut sudah rampung dikerjakan dan bisa dioperasikan seperti rencana.

Dalam waktu dekat, inovasi ini akan diperkenalkan kepada pabrikan dan bengkel-bengkel kendaraan agar bermanfaat untuk masyarakat. STMIK juga akan menggandeng kepolisian untuk mengembangkan teknologi antimaling tersebut.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona