Gumpalan Hitam Mirip Minyak Mentah Tercecer di Pantai Indramayu

Belum bisa dipastikan dan disimpulkan dari mana gumpalan itu berasal dan kandungan di dalamnya.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 09 Jun 2021 09:43 WIB

Author

Frans Mokalu

Gumpalan Hitam Mirip Minyak Mentah Tercecer di Pantai Indramayu

Salah satu petugas menunjukkan gumpalan yang ada di pantai yang ada di Desa Tambak, Indramayu, Jawa Barat, Rabu, 9 Juni 2021. Foto: Frans Mokalu/KBR

KBR, Cirebon- Gumpalan-gumpalan hitam yang diduga minyak mentah berceceran di sepanjang pantai di Desa Tambak, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Gumpalan mirip minyak mentah (crude oil) itu terserak di sepanjang pantai kurang lebih 5 kilometer. Belum bisa dipastikan dan disimpulkan dari mana gumpalan itu berasal dan kandungan di dalamnya.

Menurut Unit Manager Communication Relation & CSR Kilang Pertamina Balongan, Cecep Supriyatna, gumpalan tersebut belum tentu minyak mentah, karena material tersebut masih asing. Kata dia, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui gumpalan itu.

"Kalau kita lihat cecerannya tidak banyak, hanya spot-spot tertentu saja. Kami belum mengetahui itu dari mana, dan belum tentu juga crude oil," katanya, Selasa, (8/06/2021).

Ia memastikan, fasilitas yang ada di Pertamina RU VI Balongan Indramayu dalam kondisi stabil dan aman tidak ada yang mengalami kebocoran. Selain itu, ia mengklaim, Pertamina Balongan selalu melakukan patroli pengecekan setiap hari.

"Tidak ada kebocoran semuanya clear," imbuhnya.

Namun, Pertamina Balongan, terbuka untuk berkoordinasi jika ada pihak lain yang akan melakukan penelitian lebih lanjut, termasuk yang ingin membersihkan, atau tindakan lain.

"Kita tidak langsung menurunkan tim dahulu, karena ini di lautan. Kita akan lapor ke Dinas Lingkungan Hidup setempat," ujarnya.

Ia menambahkan, sebelumnya gumpalan yang sama pernah ditemukan pada 2020, namun setelah dilakukan uji lab, gumpalan itu dipastikan bukan minyak mentah.

"Ketika dipanaskan 100 derajat Celcius, tidak meleleh. Seharusnya kalau minyak akan meleleh," pungkasnya.

Editor: Sindu Dh

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mencari Solusi Krisis Pengelolaan Sampah di Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Inspirasi Bisnis dari Aerostreet

Kian Merebak Covid Varian Delta