Ganjar Sebut Lockdown di Kudus Cukup di Desa Zona Merah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyarankan agar desa-desa zona merah melakukan lockdown atau penguncian wilayah

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 03 Jun 2021 20:23 WIB

Author

Sadida Hafsyah

Ganjar Sebut Lockdown di Kudus Cukup di Desa Zona Merah

Antrean di RS Kudus. (Antara)

KBR, Jakarta- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang baik akan menjadi langkah yang efektif dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Ini menyusul melonjaknya kasus Covid-19 di Kudus. Kata dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyarankan agar desa-desa zona merah melakukan lockdown atau penguncian wilayah.

"Si Covid-19 ini tidak kenal teritory pemerintahan. Kalau nutup teritori pemerintahan, itu tidak akan efektif. Maka yang mesti dipakai sekarang PPKM Mikro. Maka petakan dengan mikro zonasi ini, terus kemudian datanya betul-betul akurat. Dan setelah itu kita tahu. Oh RT ini, desa ini. Desa tetangga iya ga? Kalau iya bisa ditutup, di dua desa, tiga desa, bisa," jelas Ganjar saat dihubungi KBR (03/06/21).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan Pemprov memberikan keleluasaan kepada kabupaten Kudus untuk mengambil kebijakan.

"Desa ditutup, kemudian desanya melakukan kontrol. Kita memberikan arahannya. Bahwa baca peta epidemiologis, ambil tindakan yang ada di situ. Kita kasih warna itu. RT RW mana yang masuk kategori merah, itu boleh ditutup begitu," lanjutnya.

Dalam penanganan lonjakan kasus positif Covid-19, menurut Ganjar dukungan dari masyarakat akan menjadi kunci. Ia meminta masyarakat disiplin menjaga protokol kesehatan dengan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

"Cerita Kudus ini bukan khayalan. Itu realitas, itu ada, dan cukup membahayakan. Tolong masyarakat memahami soal ini.

Ia mengatakan pemerintah tengah berupaya menangani penularan Covid-19 di Kudus. Pemerintah kabupaten Jepara hingga kota Semarang bahkan bersiaga membantu penanganan kesehatan masyarakat, karena beberapa Rumah Sakit (RS) di Kudus telah memenuhi kapasitasnya.

Di sisi lain, Pemprov memberikan bantuan ke kabupaten Kudus, dalam pengadaan Tenaga Kesehatan (Nakes) dokter dan perawat.

"Dokternya kita berikan bantuan. Memang tidak cukup mudah maka kita bekerja sama dengan IDI. Sekarang sudah on going untuk mendaftar, kira-kira siapa yang bisa, dan dari RS Moewardi, RS yang di Solo juga sudah menyiapkan. Termasuk dokter-dokter yang nanti bisa diberikan secara bergilir. Sehingga siklusnya bisa dijadwalkan dan apa yang dibutuhkan oleh kabupaten Kudus bisa kita cover begitu," jelasnya.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mencari Solusi Krisis Pengelolaan Sampah di Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Inspirasi Bisnis dari Aerostreet

Kian Merebak Covid Varian Delta