covid-19

Basarnas Cilacap Menemukan Bocah 3 Tahun yang Tewas Tenggelam

Korban tengah berswafoto di atas karang bersama pamannya.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 02 Jun 2021 12:12 WIB

Basarnas  Cilacap Menemukan Bocah 3 Tahun yang Tewas Tenggelam

Ilustrasi ombak tinggi menghantam perahu nelayan di Padang, Sumatera Barat. Foto: ANTARA

KBR, Cilacap- Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan berhasil menemukan korban tenggelam di Pantai Menganti, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Korban ditemukan, sekira 500 meter dari titik tenggelam pada hari ketiga pencarian. Komandan Regu Lapangan Basarnas Cilacap, Maryadi mengatakan korban atas nama Tsaqif Zahid Zindagi (3 tahun).

Sesaat setelah kejadian, atau Minggu (30/1), tim telah menemukan korban pertama, yakni paman korban, bernama Fajar Mutaqie (32 tahun). Maryadi menjelaskan, sebelum tenggelam, keduanya diketahui tengah berswafoto di atas karang. Namun, tiba-tiba ada ombak besar yang menghantam dan menyeret keduanya ke pantai berkarang. Fajar ditemukan beberapa waktu setelah kejadian dalam kondisi meninggal.

“Operasi SAR korban atas nama Tsaqif, warga Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, tanggal 1 Juni 2021, pukul 8.50 WIB, korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar 500 meter arah barat TKP,” kata Maryadi, Selasa (1/6).

Jarak Aman

Pekan lalu, ombak pantai selatan juga merenggut nyawa seorang bocah di Pantai Sodong, Cilacap. Korban terseret ombak ketika bermain bersama kakaknya. Korban atas nama Renata Castaliya Putri Mareta (8 tahun) ditemukan meninggal, Minggu (23/5).

Atas beberapa kejadian ini, Basarnas meminta wisatawan berhati-hati dan tidak berenang saat berkunjung ke pantai. Ia menyarankan wisatawan berada di jarak aman dari bibir pantai. Pasalnya, gelombang laut selatan sedang tinggi dan sukar diprediksi. Kata dia, ombak besar bisa sewaktu-waktu mengancam meski sebelumnya tampak tenang.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7