Salah Sasaran, Ratusan Warga Tolak Bantuan Tunai dari Kemensos

“Dapat laporan dari Lurah Karangjoang, penerima bantuan tunai sosial yang dari Kantor Pos itu ada 500 orang tidak bersedia menerima."

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 03 Jun 2020 18:28 WIB

Author

Teddy Rumengan

Salah Sasaran, Ratusan Warga Tolak Bantuan Tunai dari Kemensos

Ilustrasi: Petugas memverifikasi identitas Warga penerima Bantuan Sosial Tunai di Kampung Gedong, Bojonegoro, Serang, Banten, Sabtu (30/5/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Balikpapan – Ratusan warga di Balikpapan, Kalimantan Timur, menolak bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan warga menolak menerima BST senilai Rp600 ribu yang dibagikan Kantor Pos. Warga beralasan mereka merasa sudah masuk keluarga mampu. Meski nama mereka masih terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai keluarga tak mampu.

“Dapat laporan dari Lurah Karangjoang. Penerima bantuan tunai sosial yang dari Kantor Pos itu ada 500 orang tidak bersedia menerima. Atau, di antara 500 orang itu ada yang tidak bersedia menerima karena sudah merasa lebih mampu. Jadi bagi penerima BST yang dia lebih mampu, janganlah memanfaatkan BST itu. Lebih baik diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Rizal, di Balikpapan, Rabu (3/6/2020).

Rizal Effendi mengklaim DKTS diperbaharui setiap 3 bulan di mana Kemensos bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk pendataan keluarga tak mampu. 

Dalam DTKS Kota Balikpapan tercatat ada sekitar 10 ribu orang dari keluarga tidak mampu yang menjadi sasaran penerima BST.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bersih-bersih Mafia Hukum dari Hulu Sampai Hilir