Warga Dua Desa di Banyumas Mengaku Menerima Raskin Kualitas Buruk

Sejumlah Desa di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menerima beras untuk keluarga miskin (Raskin) berkualitas buruk pada penyaluran raskin periode Juni 2016 ini.

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 25 Jun 2016 15:03 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Raskin berjamur, menggumpal dan berwarna kuning. (Sumber: Nasrul Majid, Pemdes Wlahar Wetan)

Raskin berjamur, menggumpal dan berwarna kuning. (Sumber: Nasrul Majid, Pemdes Wlahar Wetan)

KBR, Banyumas – Sejumlah Desa di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menerima beras untuk keluarga miskin (Raskin) berkualitas buruk pada penyaluran raskin periode Juni 2016 ini. Bahkan ada yang rusak parah dan tidak layak dikonsumsi.

 

Koordinator Distribusi raskin Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Kedungbanteng, Nasrul Majid mengatakan pihaknya menerima raskin yang berwarna kuning dan berbau tak sedap. Bahkan, dari 600-an kilogram raskin yang diterima pihaknya, teridentifikasi dua kantong yang berjamur, menggumpal dan berwarna kuning.

 

Sedangkan raskin lainnya berkualitas buruk namun terpaksa dibagikan lantaran mengejar terget tiga hari harus membayar. Namun, penyisiran tetap akan dilakukan ke tiap RT sehingga jumlah raskin rusak parah kemungkinan akan bertambah.

 

Nasrul mengakui, dibanding raskin periode sebelumnya, raskin yang diterima kali ini lebih buruk kualitasnya. Ia meminta agar bulog mengganti beras berkualias buruk tersebut. Nasrul mengungkap, tak hanya kali ini saja raskin yang diterima desanya berkualitas buruk. Namun, lantaran tidak terlalu parah, pihaknya terpaksa membagikan ke warganya.

 

"Yang rusak parah itu kisaran dua kantong sebenarnya. Kalau yang lain sih termasuknya gimana ya (rusak juga) tapi terlanjur didistribusi karena harus kejar target karena tiga hari harus terbayarkan kan jadi seperti itu. Sebenarnya sudah berkali-kali, sering, artinya tadi saya juga sudah keliling ke RT-RT, ya pernah menjumpai yang peperti itu. Kemudian dipilih itu, artinya yang rusak parah, seperti di foto saya itu kan menggumpal. Yang menggumpal dan tidak layak itu dibuang, tapi tetap diterima."

 

Senada dengan Nasrul Majid, Perangkat Desa Melung Kecamatan Kadungbanteng, Suwarto mengatakan raskin yang diterima desanya juga berkualitas buruk. Ia meminta agar Bulog mengganti raskin yang tak layak konsumsi tersebut.

 

Sementara, Bupati Banyumas, Achmad Husein melalui akun twitternya meminta raskin berkualitas buruk itu dibawa dan akan langsung diganti dengan yang berkualitas baik. Ia juga berjanji akan memarahi pejabat bulog Banyumas yang menyalurkan raskin berkualitas jelek.

 

“Bawa kesini besok ada berapa karung langsung diganti dan bulognya saya pisuhi,” kata Achmad Husein. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18