Tanggul Pantai Teluk Penyu Jebol Lagi, BPBD Usul Pembangunan Tanggul Permanen

Untuk penanganan sementara, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Cilacap Kodirin mengatakan, telah mengerahkan alat berat dan ratusan personel gabungan untuk memperbaiki tanggul sepanjang 200 meter tersebut.

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 11 Jun 2016 23:12 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Tanggul Pantai Teluk Penyu Jebol Lagi, BPBD Usul Pembangunan Tanggul Permanen

Perbaikan Tanggul Penahan ombak di Pantai Teluk Penyu, Cilacap. (Sumber: BPBD Cilacap)

KBR, Cilacap - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Jawa Tengah mengusulkan perbaikan permanen tanggul di Teluk Penyu Cilacap, Jawa Tengah kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pasalnya, tanggul penahan ombak itu kembali jebol Sabtu (11/6/2016) dini hari tadi. Setelah sebelumnya ambrol pada Selasa (7/6/2016) lalu lantaran dihantam gelombang tinggi pantai selatan. Akibatnya, 560 rumah di Desa Tegalkamlyan terendam.

Untuk penanganan sementara, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Cilacap Kodirin mengatakan, telah mengerahkan alat berat dan ratusan personel gabungan untuk memperbaiki tanggul sepanjang 200 meter tersebut.

"Tadi malam sekitar pukul 8 malam perbaikan selesai, hanya saja ada gelombang lagi, kemudian beberapa titik jebol lagi, ketahuan pagi-pagi. Sekarang sedang diperbaiki lagi. Yang terendam kemarin itu ada 560 rumah, (kerugian) yang jelas ada pengungsian juga. Kita kerahkan alat berat, kita tinggikn tanggulnya 3 meter, lebar sekitar 3 meter dan dibawahnya diperkuat dengan karus berisi pasir," jelas Kodirin di Cilacap, Sabtu (11/6/2016).

Setelah jebol pada Selasa lalu, BPBD Cilacap telah memperbaiki dengan membuat tanggul pasir sementara sepanjang 500 meter dan memperkuat dengan karung berisi pasir. Namun, lantaran gelombang terlampau kuat, tanggul kembali jebol dan mengakibatkan puluhan warga mengungsi. Kodirin menambahkan, selain merendam kawasan permukiman, gelombang pasang dilaporkan juga merusak delapan tambak milik penduduk di Kawasan Binangun.

Selain itu, kawasan wisata Widarapayung dan Cemara Sewu juga turut rusak akibat terjangan gelombang tinggi. Kendati tak ada korban jiwa, namun diperkirakan kerugian akibat terjangan gelombang ini mencapai miliaran rupiah.

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pos Pengamatan Cilacap mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang terjadi di Samudera Hindia. Di kawasan pantai ombak mencapai ketinggian 3,5 hingga 4 meter. Sementara di samudera lepas, gelombang mencapai ketinggian 6 meter.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18