Tak Ada Patahan Lempeng, Penyebab Gempa di Kalteng Masih Misteri

"Ini fenomena unik, apalagi terjadi di (Kabupaten) Sukamara," kata Kepala Stasiun BMKG Kab Pangkalan Bun, Lukman Soleh.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 24 Jun 2016 10:17 WIB

Author

Alex Gunawan

Tak Ada Patahan Lempeng, Penyebab Gempa di Kalteng Masih Misteri

Ilustrasi alat pendeteksi getaran gempa (seismograf). (Foto: www.penanggulangankrisis-depkes.go.id)

KBR, Pangkalan Bun - Gempa berkekuatan 5,1 Skala Richter (SR) mengguncang pesisir selatan Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah.

Berdasarkan informasi BMKG gempa terjadi pada Jumat (24/6/2016) pukul 07.41 WIB dengan pusat gempa barada di 128 Km barat daya Sukamara dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut.

Menurut Kepala Stasiun BMKG Pangkalan Bun Lukman Soleh, penyebab gempa di kabupaten pemekaran dari Kotawaringin Barat itu masih misterius. Pasalnya, tidak ada patahan lempeng bumi di sekitar pusat gempa.

"Makanya dari zaman dulu kan Kalimantan itu bebas gempa karena tidak ada lempengan. Kalau terjadi gempa ini karena apa? Gempa itu kan biasanya akibat pergeseran lempengan, nah yang ini nggak ada. Sekarang lagi dicari ini, jadi ini fenomena unik, apalagi terjadi di Sukamara," kata Lukman.

Hingga saat ini, BMKG Pangkalan Bun masih terus berkoordinasi dengan BMKG pusat untuk memastikan penyebab gempa di Sukamara. Sehingga, bisa menentukan langkah antisipasi selanjutnya jika terjadi gempa susulan.

Gempa cukup kuat pernah terjadi di Kalimantan Utara pada 21 Desember 2015. Saat itu terjadi gempa berkekuatan 6,1 skala Richter. Gempa itu dirasakan masyarakat di Tarakan, Nunukan dan Tanjung Selor.

Menurut peneliti gempa dari BMKG Daryono, gempa bumi di Kalimantan itu disebabkan karena aktivitas gempa bumi kerak dangkal jenis intraplate, atau kerap disebut gempa intraplaet yaitu gempa di dalam lempeng itu sendiri yaitu lempeng Eurasia. Hal itu disebabkan karena sesar aktif sehingga kemungkinan gempa terjadi karena patahan mendatar.

Namun mekanisme gempa intraplate ini masih belum banyak diketahui.

Hal itu membedakan dari gempa pada umumnya yaitu gempa interplate yang dihasilkan dari tubrukan antarlempeng yang banyak terjadi di barat Sumatera dan selatan Jawa.

Beberapa gempa lain di Kalimantan juga pernah terjadi pada 5 Februari 2008 di Pulau Laut, Sebuku dan sekitarnya di Kalimantan Selatan. Gempa itu berkekuatan 5,8 Skala Richter dengan pusat gempa di kedalaman 33 kilometer.

Gempa juga pernah terjadi di Singkawang, Kalimantan Barat pada 14 Mei 2015 lalu dengan kekuatan 4,2 Skala Richter. Pusat gempa berada di kedalaman 11 kilometer karena ada patahan lempengan.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18