SAR Bantul Larang Wisatawan Berlibur di Pantai

Tinggi gelombang bisa mencapai 6 meter

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 08 Jun 2016 18:22 WIB

Author

Febriana Shinta

SAR Bantul Larang Wisatawan Berlibur di Pantai

Ilustrasi (Foto: Antara)

KBR, Yogyakarta- Tim SAR pantai laut selatan Yogyakarta melarang wisatawan berlibur dan mendekat di semua pantai di Kabupaten Bantul. Koordinator Tim SAR pantai selatan Marjono mengatakan, larangan pemberitahuan tentang bahaya gelombang tinggi laut sudah mereka sampaikan ke pengunjung yang akan berlibur ke pantai sejak dua hari lalu hingga besok, Kamis, 9 Juni 2016.

Menurut Marjono, larangan tersebut berdasarkan perintah yang dikeluarkan Badan Metereologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY dan tingginya gelombang laut yang saat ini mencapai 6 meter.

"Kami sudah mengeluarkan larangan kepada wisatawan untuk mendekat karena gelombang mencapai 6 meter. Dari prediksi BMKG gelombang ini akan mencapai pucaknya besok Kamis (9/6)," ujar Marjono kepada KBR.

Akibat gelombang tinggi yang terjadi dua hari terakhir ini, tercatat lebih dari 80 lapak pedagang di pantai selatan rusak terkena terjangan ombak. Menurut Marjono kerusakan lapak pedagang ini, karena penempatan lapak terlalu didekat pantai.

Sementara kondisi pantai yang paling rusak adalah Pantai Somandeng. Di pantai ini, sekitar 40 lapak pedagang dan gasebo hanyut, dan 1 rumah makan ambrol.

"Pedagang membangun lapak terlalu keselatan terlalu dekat laut , jadi sekarang ya banyak yang rusak berat bahkan ambrol," ujarnya.

Sementara itu, BMKG DIY telah mengeluarkan peringatan adanya kenaikan gelombang laut yang bersamaan terjadinya anomali cuaca. Kejadian ini akan bertahan hingga 2 hari kedepan.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN