Pelanggan PLN di Kupang Terus Dipaksa Pindah ke Meteran Prabayar

"Kenapa ketika Beta datang untuk bayar tagihan tiap bulan tetap diterima?" kata seorang pelanggan.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 14 Jun 2016 11:18 WIB

Author

Silver Sega

Pelanggan PLN di Kupang Terus Dipaksa Pindah ke Meteran Prabayar

Ilustrasi pengisian strum listrik prabayar di Meter Pra Bayar PLN. (Foto: diskominfo.jabarprov.go.id)

KBR, Kupang - PT PLN Area Kupang Nusa Tenggara Timur terus memaksa para pelanggan beralih ke meteran sistem prabayar.

Sejumlah pelanggan PLN mengaku mereka terus dipaksa membayar tunggakan pemakaian selama belum beralih ke meteran prabayar.

Moor Pah, seorang pelanggan PLN di Kelurahan Pasir Panjang Kota Kupang mengatakan PLN memaksanya beralih ke meteran prabayar dan membayar tunggakan pemakaian (kwh) selama tiga bulan.

Padahal setiap bulan dia selalu membayar tagihan listrik di PLN. Artinya, pelanggan dibebani pembayaran dua kali.

"Waktu saya taya, (PLN) mengatakan selama tiga bulan ini saya ada tunggakan (harus dibayar). Saya tanya kenapa KWh itu bisa sisa (nunggak)? Katanya karena saya tidak mau ganti (meteran) selama tiga bulan. Beta bilang coba kalau dari PLN sudah paksa, kalau harus diganti selama tiga bulan itu Beta akan ikut PLN diganti. Tapi kenapa ketika Beta datang untuk bayar tagihan tiap bulan tetap diterima?" kata Moor Pah di Kupang, Selasa (14/6/2016).

Keluhan juga disampaikan pelanggan PLN lainnya, seperti Wens Takelen dan Agustina di Kupang.

Wens Kelen mengatakan PLN memaksanya menandatangani pernyataan peralihan dari meteran pascabayar ke meteran pra bayar. Dalam pernyataan itu, kata Wens, terkesan dia tidak membayar tunggakan sehingga harus diputuskan dan diganti dengan meteran pra bayar.

Pelanggan lainnya Agustina mengatakan setiap bulan dia membayar pemakaian listrik sejak Desember 2015 hingga Mei. Ketika hendak membayar rekening listrik bulan Juni, pihak PLN kembali memintanya membayar tunggakan pemakaian dari bulan Desember lalu.

Keluhan adanya pemaksaan berganti meteran listrik prabayar sudah muncul sejak pertengahan tahun 2015 lalu.

Walikota Kupang Jonas Salean bahkan sudah berkali-kali meminta PT PLN Area Kupang tidak memaksa masyarakat mengganti meteran listrik pasca bayar ke prabayar. Jonas Salean juga meminta PLN membuka rekening pelanggan pascabayar yang diblokir.

"PLN di Kupang harus ikut keputusan (direksi PLN) pusat. Jangan paksa pelanggan, biarkan pelanggan yang memilih dan jangan blokir rekening. Pelanggan sudah mau bayar, tapi rekening diblokir. Ini pemaksaan," kata Jonas, September tahun lalu.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pegawai KPK Berstatus ASN, Independensi KPK Terancam