Pasca Bencana, Tiga Dusun di Banyumas Masih Terisolir

Tiga dusun di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, hingga saat ini masih terisolir.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 29 Jun 2016 12:24 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Pasca Bencana, Tiga Dusun di Banyumas Masih Terisolir

Para relawan menyingkirkan batu besar untuk membuka akses jalan. (Foto: Tambak Crisis Center)

KBR, Banyumas - Tiga dusun di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, hingga saat ini masih terisolir. Tiga dusun itu yakni Plandi, Watu Jambe dan Kedung Eyang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Prasetyo Budi Widodo mengatakan, tiga dusun tersebut baru bisa dilalui dengan kendaraan roda dua. Sedangkan kendaraan roda empat belum bisa lantaran banyaknya titik longsor yang menutup jalan yang rata-rata berada di tepian tebing.

Meski begitu, Prasetyo menjamin bantuan untuk warga terdampak bisa disalurkan dengan bantuan relawan yang mengerahkan kendaraan roda dua, terutama motor trail. Beberapa bantuan yang disalurkan antara lain makanan, obat-obatan, makanan dan susu bayi, selimut dan pakaian.

"Kemarin sewaktu kita ke sana, ada tiga batu besar yang menutup jalan. Kita dibantu oleh Taft Diesel Indonesia (TDI) akhirnya tiga batu itu berhasil disingkirkan. Batu ini disingkirkan supaya alat berat bisa naik ke longsoran berikut. Karena masih banyak longsoran di sana," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Prasetyo Budi Widodo, Rabu (29/6/2016).

Sementara itu, relawan Tambak Crisis Center (TCC), Chandra Iswinarno mengungkap pada malam hari, dusun terisolir gelap gulita lantaran hilangnya instalasi mikrohidro, satu-satunya sumber listrik. Menurut dia, hal ini menyulitkan pemantauan pergerakan tanah jika terjadi hujan deras yang berpotensi menyebabkan longsor susulan.

Sejumlah warga sudah mengeluh terkena penyakit seperti gatal dan Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). Kelompok rentan yang sudah teridentifikasi adalah dua perempuan hamil, puluhan lanjut usia dan lebih banyak lagi balita dan bayi.

Chandra menambahkan, bantuan logistik kepada warga berupa susu bayi dan bahan pokok baru tersalur sekali, pada Jumat pekan lalu. Hingga saat ini, warga dan relawan masih bekerjabakti berusaha membuka akses penuh ke dusun tersebut. (qui) 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Virus Corona Bunuh 80 Orang, Indonesia Belum Keluarkan Travel Ban