Bagikan:

Kementerian Pertanian Akan Ganti Rugi Petani Korban Banjir

Kementerian Pertanian memastikan para petani di Jawa Tengah akan mendapat pengganti benih padi akibat bencana banjir.

NUSANTARA | NUSANTARA

Selasa, 21 Jun 2016 14:08 WIB

Author

Nurika Manan

Kementerian Pertanian Akan Ganti Rugi Petani Korban Banjir

Petugas TNI, Polri, relawan dan warga mengevakuasi sepeda motor yang tertimbun tanah longsor di Caok, Loano, Purworejo, Jawa Tengah.

KBR, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan para petani di Jawa Tengah akan mendapat pengganti benih padi akibat bencana banjir. Penggantian ditujukan kepada semua petani, baik yang ikut asuransi atau tidak. Bagi petani yang ikut asuransi penggantian dilakukan oleh PT Asuransi Jasindo. Sedangkan yang tidak ikut asuransi, penggantian dalam bentuk benih dilakukan Kementerian Pertanian.

Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementan, Ibrahim Saragih mengatakan, saat ini masih menunggu kelengkapan data calon petani dan luasan lahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sebab kementeriannya tak bisa mengeluarkan cadangan benih tanpa data yang lengkap.

"Kemarin waktu kejadian banjir itu kami langsung kontak, kami proaktif menelpon dinas dan dinas memang sedang mendata. Bahkan pagi tadi kami kan meminta lagi datanya, mereka sedang memilah datanya--mana petani yang ikut asuransi dan mana yang tidak. Nah yang tidak ikut asuransi itu akan mendapatkan benih dari kami," jelas Ibrahim kepada KBR, Selasa (21/6/2016).

Meski begitu, ia mengaku belum bisa memperkirakan jumlah benih yang akan dikirimkan ke Jawa Tengah.

"Makanya kami tadi juga koordinasi, kami sudah kontak ke Jawa Tengah. Mereka sedang mengumpulkan CP-CLnya (Calon Petani-Calon Lahan)," imbuhnya.

Ibrahim Saragih menambahkan apabila data sudah lengkap, proses penyaluran benih baru akan dilakukan. Pemberian benih akibat banjir atau puso sebelumnya juga pernah dilakukan di sejumlah daerah di antaranya Riau, Lampung dan Aceh.

"Pada prinsipnya yang masuk ke kami itu yang datanya komplit. Tergantung daerahnya, mereka cepat memasukkannya maka cepat. Dua hari juga selesai asal datanya komplit," kata Ibrahim.

Lebih dari 11 Ribu Hektar Tanaman Padi Terdampak

Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Tengah mencatat sekitar 11.506,5 hektar lahan tanaman padi di Jawa Tengah terdampak banjir. Meski begitu Ketua KTNA Winarno Tohir belum bisa memperkirakan luasan lahan yang mengalami puso. Petani, kata dia, baru bisa menghitungnya saat melewati hari keempat bencana banjir.

"Hingga hari ini karena masih proses maka belum ada penentuan yang puso berapa dan yang bisa diselamatkan berapa. Karena ini baru tiga hari, ini masih bisa diselamatkan walaupun mungkin produksinya turun. Tapi kalau lewat 4 hari, potensi pusonya tinggi," kata Winarno kepada KBR, Selasa (21/6/2016).

Winarno pun mengaku tak begitu khawatir apabila sebagian lahan mengalami gagal panen. Pasalnya, sejumlah petani telah mengikuti program asuransi pertanian.

"Kalau asuransi kan dapatnya 6 juta per hektar, karena bayar premi," imbuhnya.

Kalaupun ada yang belum mendaftarkan asuransi pertanian, lanjutnya, petani masih akan mendapat ganti rugi dari pemerintah daerah setempat. Hitungan ganti rugi ini bergantung pada usia tanaman.

"Di luar asuransi itu ada 2 ada gagal tanam dan gagal panen. Kalau gagal tanam itu di bawah satu bulan, karena masih muda jadi petani dapat ganti benih. Kalau gagal panen itu diganti benih, pupuk dan tenaga kerja. Kira-kira nilainya 3,5 juta per hektar," jelasnya.

Menurut Catatan KTNA Jawa Tengah, dampak banjir terbesar terhadap lahan tanaman padi terjadi di Purworejo dengan areal seluas 4.997 hektar lahan padi. Diikuti Kendal dengan lahan tanaman padi yang terdampak seluas 2.331 hektar dan Cilacap seluas 1.760 hektar.

Sabtu (18/6/2016) lalu, hujan deras mengakibatkan banjir dan longsor di 3 kabupaten di Jawa Tengah. Enam Belas daerah yang terkena dampaknya adalah Purworejo, Banjarnegara, Kendal, Sragen, Purbalingga, Banyumas, Sukoharjo, Kebumen, Wonosobo, Pemalang, Klaten, Magelang, Wonogiri, Cilacap, Karanganyar, dan Kota Solo.

Editor: Sasmito

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Catatan untuk TNI

Most Popular / Trending