Daging Beku Impor Segera Masuk Kalbar, Dijual Rp85 Ribu Per Kg

"Mulai hari ini sudah dikirim 1 ton," kata Kepala Dinas Peternakan Kalbar, Abdul Manaf.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 09 Jun 2016 09:35 WIB

Author

Sinaga Reinardo

Daging Beku Impor Segera Masuk Kalbar, Dijual Rp85 Ribu Per Kg

Pemindahan stok daging sapi beku impor asal Australia, di gudang Bulog Palembang, Sumatera Selatan, (8/6/2016). (Foto: ANTARA)

KBR, Pontianak - Harga daging sapi di Kalimantan Barat hingga kini masih tinggi. Di sejumlah pasar di Kota Pontianak maupun Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, harga daging rata-rata masih diangka Rp120 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram.

Pemerintah pusat kabarnya akan segera menggelontorkan 15 ton daging sapi beku impor asal Australia ke Kalimantan Barat untuk menekan harga selama Ramadan dan Lebaran.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat, Abdul Manaf mengatakan daging sapi beku impor itu akan datang bertahap selama Ramadan. Hari ini sudah tiba daging beku impor sebanyak 1 ton.

"Mulai hari ini sudah dikirim 1 ton. Pengirimannya dilakukan bertahap menggunakan pesawat. Besok, 9 Juni Bulog akan mendistribusikannya dalam bentuk pasar murah. Kami akan mendampingi keamanan dan kesehatan dari dagingnya," kata Abdul Manaf.

"Jumlah daging sapi 15 ton itu akan dijual Rp85 ribu per kilogram dalam kondisi sudah dikemas. Sedangkan untuk pembagian, tadi direncakanan 5 ton untuk kota Pontianak dan Singkawang. Lalu 10 ton untuk Kabupaten lain. Hari Jumat ini dari kabupaten dan kota kami undang guna koordinasi. Dalam rapat nanti Kabupaten/Kota yang ingin (operasi pasar daging impor) diwajibkan menanggung uang transportasi dan membawa cool storage–lemari pendingin, agar daging tidak rusak,” Ujar Manaf.

Abdul Manaf menambahkan jika daging beku yang sudah dibeli daerah dan kemudian ada sisa maka tidak dapat dikembalikan ke Pemerintah Propinsi karena sudah menjadi tanggung jawab masing–masing Kabupaten/Kota.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat juga akan memeriksa kondisi daging impor itu untuk menjamin kehalalan dan kesehatan daging.

Manaf pun menjamin kedatangan 15 ton daging beku impor itu tidak akan mengganggu pedagang lokal.

"Jumlahnya kan tidak banyak, sementara kebutuhan akan daging sapi juga tidak terlalu banyak tidak sampai 1000 ton. Itupun permintaan melonjak pada H-7 Lebaran," kata Abdul Manaf.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste